Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Berita Populer: Negara Asia Tenggara dengan Hari Libur Terbanyak hingga Masyarakat Pelototi Utang

Siapa yang tidak suka liburan? Bagi banyak orang, liburan terbaik dari penatnya pekerjaan direncanakan berkaitan dengan hari libur nasional atau hari libur yang ditetapkan pemerintah.

Mengutip dari Seasia, Senin (17/12/2018), Mashable Asia Tenggara membuat daftar peringkat negara-negara Asia Tenggara dengan jumlah liburan nasional dari yang paling banyak hingga paling sedikit pada tahun 2019.

Hasilnya, Malaysia menempati urutan pertama dengan jumlah total hari libur 50 hari.

Sementara Indonesia menempati urutan ke-6 dengan jumlah libur yang hanya 20 hari. Untuk negara yang paling sedikit liburnya di Asia Tenggara ditempati oleh Vietnam dengan 11 hari libur saja.

Baca selengkapnya: Ini Negara Asia Tenggara dengan Hari Libur Terbanyak, Indonesia Urutan Berapa?

2. Dana Asing Kabur dari Pasar Modal, Apa Penyebabnya?

Arus dana asing masih akan keluar dan masuk pasar saham Indonesia dengan cukup deras. Gelagatnya sudah terlihat sejak beberpa waktu terakhir ini.

Pekan lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan aksi jual saham oleh asing cukup besar. Tercatat jual bersih (nett sell) asing pada periode perdagangan sepekan lalu mencapai Rp 2,31 triliun.

Sementara di pasar reguler masih didominasi aksi jual oleh asing sebanyak Rp 1,65 triliun. Di pasar negosiasi dan pasar tunai aksi jual asing hanya sebesar Rp 653,33 miliar.

Beberapa faktor jadi penyebab, misalnya, fund manager yang mulai berbenah.

Baca selengkapnya: Dana Asing Kabur dari Pasar Modal, Apa Penyebabnya?

3. Sri Mulyani: Publik Lebih Senang Memelototi Utang...

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta jajaran Kementerian Keuangan untuk terus menyampaikan informasi terkait aset negara kepada masyarakat. Hal itu dinilai penting agar publik tidak hanya melihat utang negara.

Sementara itu, pada saat yang sama aset negara tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

"Publik sekarang perhatiannya sangat dan lebih senang tenaganya habis untuk memelototi utang. Padahal, utang itu dipelototi oleh banyak orang," ujarnya dalam acara Property Outlook di Jakarta, Senin (17/12/2018).

"Justru harusnya publik itu lebih banyak melihat pada aset. Kalau utang, yang beri utang aja ngawasin kita, belum rating agency," sambung mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Baca selengkapnya: Sri Mulyani: Publik Lebih Senang Memelototi Utang...

4. Tinggal Pertamina yang Belum Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Meskipun harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, Namun, PT Pertamina (Persero) hingga kini masih juga belum menurunkan harga BBM nonsubsidi sejak 10 Oktober 2018 lalu. Padahal, badan usaha lain telah menurunkan harga BBM nonsubdidi yang dijual di SPBU-nya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina masih melakukan evaluasi terkait harga BBM. Dia tidak menjelaskan alasan belum turunnya harga BBM nonsubdisi yang dijual Pertamina.

"Masih evaluasi," ujar Aditama seperti dilansir Kontan.co.id pada Minggu (16/12/2018).

Pemerintah sendiri sudah mewanti-wanti agar Pertamina dan badan usaha penyalur BBM yang belum menurunkan harga BBM nonsubsidi untuk menyesuaikan harga paling lambat Januari 2019. Penurunan harga BBM nonsubsidi sejalan dengan penurunan harga minyak dunia.

Baca selengkapnya: Tinggal Pertamina yang Belum Turunkan Harga BBM Nonsubsidi

5. Sawit Sempat Ganjal Kerja Sama Indonesia dengan 4 Negara Eropa Ini

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara European Free Trade Association (EFTA) sempat mengalami kendala.

Adapun negara-negara yang tergabung dalam EFTA, yaitu Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia.

Menurut Enggar, perjanjian tersebut sempat terjadi negoisasi yang alot selama delapan tahun. "Mereka menahan sawit, CPO kita, dan untuk itu saya juga menahan salmonnya, terutama dari Norwegia," ujar Enggar di Jakarta, Minggu (16/12/2018).

Baca selengkapnya: Sawit Sempat Ganjal Kerja Sama Indonesia dengan 4 Negara Eropa Ini

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/12/18/053800426/berita-populer--negara-asia-tenggara-dengan-hari-libur-terbanyak-hingga

Terkini Lainnya

InJourney Group Dukung Kelancaran Ibadah Waisak

InJourney Group Dukung Kelancaran Ibadah Waisak

Whats New
Serba Canggih, Luhut Takjub Lihat Kapal OceanXplorer

Serba Canggih, Luhut Takjub Lihat Kapal OceanXplorer

Whats New
BRI Beri Apresiasi untuk AgenBRILink Terbaik

BRI Beri Apresiasi untuk AgenBRILink Terbaik

Whats New
Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja hingga 7 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja hingga 7 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Bos Garuda Beberkan Kronologi Pesawat Terbakar di Makassar

Bos Garuda Beberkan Kronologi Pesawat Terbakar di Makassar

Whats New
Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Bea Cukai, Stafsus Sri Mulyani: Kami Sangat Bersyukur...

Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Bea Cukai, Stafsus Sri Mulyani: Kami Sangat Bersyukur...

Whats New
PT Inerman Gandeng Shanghai Electric Bangun PLTS Terapung di Cilamaya, Siapkan Investasi Rp 20,89 Triliun

PT Inerman Gandeng Shanghai Electric Bangun PLTS Terapung di Cilamaya, Siapkan Investasi Rp 20,89 Triliun

Whats New
Dorong Produksi Nasional, Jatim Siap Genjot Indeks Pertanaman Padi 

Dorong Produksi Nasional, Jatim Siap Genjot Indeks Pertanaman Padi 

Whats New
Kata Dirut Garuda soal Api di Mesin yang Sebabkan Penerbangan Haji Kloter 5 Makassar Balik ke Bandara Sultan Hasanuddin

Kata Dirut Garuda soal Api di Mesin yang Sebabkan Penerbangan Haji Kloter 5 Makassar Balik ke Bandara Sultan Hasanuddin

Whats New
Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi di Timor Leste

Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi di Timor Leste

Whats New
PPN 12 Persen: Siapkah Perekonomian Indonesia?

PPN 12 Persen: Siapkah Perekonomian Indonesia?

Whats New
KKP Ingin RI Jadi Pemenang Budidaya Lobster dalam 30 Tahun Mendatang

KKP Ingin RI Jadi Pemenang Budidaya Lobster dalam 30 Tahun Mendatang

Whats New
IHSG Ditutup Melonjak 1,36 Persen, Rupiah Menguat Dekati Rp 16.000 Per Dollar AS

IHSG Ditutup Melonjak 1,36 Persen, Rupiah Menguat Dekati Rp 16.000 Per Dollar AS

Whats New
Amartha Promosikan Potensi UMKM Lewat The 2024 Asia Grassroots Forum

Amartha Promosikan Potensi UMKM Lewat The 2024 Asia Grassroots Forum

Whats New
Pengembangan Hub 'Carbon Capture and Storage', Pertamina Hulu Energi Gandeng ExxonMobil

Pengembangan Hub "Carbon Capture and Storage", Pertamina Hulu Energi Gandeng ExxonMobil

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke