Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

April 2019, Pengerjaan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang Rampung

TULANG BAWANG, KOMPAS.com - Ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung di Provinsi Lampung ditargetkan selesai pengerjaannya pada akhir April 2019. Namun, itu hanya sebatas fungsional dan belum bisa dioperasikan.

"Dari Terbanggi Besar sampai Pematang Panggang, yaitu ujungnya Lampung itu selesai betul itu akhir April 2019, tapi fungsional. Saya biasanya ingin melihat dulu," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno seusai meninjau ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Lampung, Kamis (31/1/2019).

Rini mengatakan, dirinya ingin memastikan ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung  sudah selesai secara utuh sebelum nantinya diresmikan.

Dia mengungkapkan, dirinya sempat ragu ketika menargetken ruas tol ini bisa selesai dikerjakan dalam kurun waktu tiga tahun. Namun setelah melihat dan meninjau langsung pengerjaan proyek frastruktur ini, terget tersebut akan tercapai.

"Karena paling sulit memang (mengerjakan) yang jembatan (Tulang Bawang) ini. Waktu saya lihat pertama, dari helikopter ini siap tidak tiga tahun? Eh, ternyata alhamdulillah (bisa)," ujarnya.

Hingga kini pengerjaan ruas tol yang jadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terus digenjot. Supaya target awal yang sudah ditetapkan dapat tercapai dan tidak meleset.

Menteri Rini pun sangat yakin dari kemampuan pihak rekanan atau BUMN yang menggarap proyek tersebut. Mereka dinilai sangat kompeten dan memiliki kemampuan untuk membangun sarana publik ini.

Ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung memiliki panjang 189,2 kilomenter. Proses pengerjaannya sudah dimulai sejak 2015 lalu.

https://ekonomi.kompas.com/read/2019/01/31/155526326/april-2019-pengerjaan-tol-terbanggi-besar-pematang-panggang-rampung

Terkini Lainnya

Terbitkan Permentan Nomor 1 Tahun 2024, Mentan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Terbitkan Permentan Nomor 1 Tahun 2024, Mentan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Resmi Kuasai 100 Persen Saham Bank Commonwealth, OCBC NISP Targetkan Proses Merger Selesai Tahun Ini

Resmi Kuasai 100 Persen Saham Bank Commonwealth, OCBC NISP Targetkan Proses Merger Selesai Tahun Ini

Whats New
Sucor Sekuritas Ajak Masyarakat Belajar Investasi lewat Kompetisi 'Trading'

Sucor Sekuritas Ajak Masyarakat Belajar Investasi lewat Kompetisi "Trading"

Earn Smart
Kunker di Jateng, Plt Sekjen Kementan Dukung Optimalisasi Lahan Tadah Hujan lewat Pompanisasi

Kunker di Jateng, Plt Sekjen Kementan Dukung Optimalisasi Lahan Tadah Hujan lewat Pompanisasi

Whats New
Sudah Masuk Musim Panen Raya, Impor Beras Tetap Jalan?

Sudah Masuk Musim Panen Raya, Impor Beras Tetap Jalan?

Whats New
Bank Sentral Eropa Bakal Pangkas Suku Bunga, Apa Pertimbangannya?

Bank Sentral Eropa Bakal Pangkas Suku Bunga, Apa Pertimbangannya?

Whats New
Pasokan Gas Alami 'Natural Decline', Ini Strategi PGN Jaga Distribusi

Pasokan Gas Alami "Natural Decline", Ini Strategi PGN Jaga Distribusi

Whats New
BTN Pastikan Dana Nasabah Tidak Hilang

BTN Pastikan Dana Nasabah Tidak Hilang

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Peringati Hari Buruh, SP PLN Soroti soal Keselamatan Kerja hingga Transisi Energi

Peringati Hari Buruh, SP PLN Soroti soal Keselamatan Kerja hingga Transisi Energi

Whats New
Cara Pasang Listrik Baru melalui PLN Mobile

Cara Pasang Listrik Baru melalui PLN Mobile

Work Smart
Bicara soal Pengganti Pertalite, Luhut Sebut Sedang Hitung Subsidi untuk BBM Bioetanol

Bicara soal Pengganti Pertalite, Luhut Sebut Sedang Hitung Subsidi untuk BBM Bioetanol

Whats New
Bahlil Dorong Kampus di Kalimantan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Bahlil Dorong Kampus di Kalimantan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Whats New
Luhut Sebut Starlink Elon Musk Segera Meluncur 2 Minggu Mendatang

Luhut Sebut Starlink Elon Musk Segera Meluncur 2 Minggu Mendatang

Whats New
Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek Sedang Dikaji, MTI Sebut Tak Perlu Diberi Subsidi PSO

Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek Sedang Dikaji, MTI Sebut Tak Perlu Diberi Subsidi PSO

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke