Foke Optimistis Feeder Busway Sukses

Kompas.com - 04/04/2011, 19:07 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengungkapkan pihaknya optimistis pemerintah kota Depok dan Tangerang akan menyambut baik rencana pengadaan feeder busway menuju Jakarta. Selama ini, kepadatan di Jakarta ditengarai turut disebabkan banyaknya warga Bodetabek yang menggunakan kendaraan pribadi menuju Jakarta.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, sebanyak 6,7 juta pengendara bolak-balik menuju Jakarta. Jumlah itu terdiri dari 2,4 juta mobil dan 4,3 juta sepeda motor. Angka ini belum termasuk dua juta kendaraan Bodetabek yang masuk Jakarta tiap harinya.

"Soal feeder, saya optimis pemkot-pemkot Depok dan Tangerang bisa menyambut baik rencana feeder busway ini," ujar Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, Senin (4/4/2011), di Balaikota, Jakarta.

Menurutnya, saat ini sistem transfer penumpang dengan sistem busway rapid transit (BRT) masih belum jelas dan terintegrasi. Ke depannya, Foke merencanakan pengadaan feeder busway atau bus pengumpan di kota-kota yang berbatasan dengan Jakarta seperti Depok dan Tangerang. Pelayanan bus feeder tersebut nantinya akan memiliki jalur yang sama dengan jalur busway.

"Kita akan buat misalnya sistem yang connected dengan busway dari Tangerang menuju Kalideres. Di Tangerang mixed traffic begitu masuk ke Jakarta masuk ke jalur busway kemudian dari Kalideres dia terus menggunakan busway koridor 3 (Kalideres-Pasar Baru)," ujarnya.

Akan tetapi, Foke masih belum bisa memastikan kapan feeder busway di wilayah Bodetabek itu bisa direalisasikan. Saat ini, pemprov masih fokus untuk melakukan lelang pada tiga rute feeder busway yang dilakukan pada bulan April ini. Tiga rute feeder yang siap lelang tersebut masih berada di dalam kota seperti Sentra Primer Barat (Duri Kembangan-Walikota Jakarta Barat), Tanah Abang-Balaikota, Sudirman Center Business District (SCBD)-Senayan.

Sedangkan, untuk feeder busway luar kota sebenarnya sudah akan direalisasikan di Depok tahun ini namun ditunda lantaran Pemerintah Kota (pemkot) Depok keberatan dengan bus besar yang disiapkan Kementerian Perhubungan. Pemkot Depok menginginkan bus sedang dengan kapasitas 24 orang. Bus-bus feeder itu akan mengantarkan warga Depok ke halte bus Transjakarta di Ragunan dan Dukuh Atas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Whats New
Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Whats New
Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Whats New
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Whats New
Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Whats New
Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Whats New
Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Whats New
Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Whats New
Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Spend Smart
Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Whats New
Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Whats New
Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Whats New
Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Dapat PMN Rp 10 Triliun, PLN Sudah Petakan Wilayah 3T yang Belum Teraliri Listrik

Dapat PMN Rp 10 Triliun, PLN Sudah Petakan Wilayah 3T yang Belum Teraliri Listrik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.