PT Kereta Api Ganti Sistem Pemesanan Tiket

Kompas.com - 09/11/2011, 14:32 WIB
EditorHeru Margianto

PURWOKERTO, KOMPAS.com — PT Kereta Api mengganti sistem pemesanan tiket perjalanan KA yang dilakukan secara bertahap mulai awal November 2011 dan akan dioperasikan penuh pada 1 Januari 2012.

"Sistem online ticketing akan diganti dengan sistem baru yang berbasis web dengan nama Rail Ticketing System. Proses migrasi atau perpindahan ini dilakukan secara bertahap dan akan dioperasikan penuh pada 1 Januari 2012," kata Manajer Humas PT KA Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Rabu (9/11/2011).

Pada tahap awal, kata dia, sistem baru ini diaplikasikan untuk kereta api komersial, yakni KA eksekutif, KA bisnis, dan KA ekonomi AC. Penerapan sistem baru ini diharapkan semakin mempercepat pelayanan dan memudahkan pemakai jasa angkutan KA dalam mendapatkan tiket.

Selain di stasiun, lanjutnya, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui layanan PT Pos Indonesia, Contact Center 121, drive thru, vending machine, mobile phone (layanan telepon), mobile ticketing (mobil penjualan tiket), agen, Indomaret, City Terminal Online System (Citos), dan internet.

"Konsumen yang melakukan pemesanan tiket melalui Indomaret, Citos, PT Pos Indonesia, mobile phone, dan internet akan menerima bukti bayar. Sementara konsumen yang memesan tiket melalui Contact Center 121 akan memperoleh kode booking (pemesanan) yang harus dibayar maksimal tiga jam setelah transaksi," katanya.

Ia mengatakan, pemesanan tiket tersebut akan hangus jika dalam jangka waktu tiga jam setelah transaksi tidak ada proses pembayaran. Menurut dia, bukti pembayaran yang diperoleh konsumen selanjutnya ditukarkan dengan tiket KA di loket stasiun atau vending machine yang telah tersedia.

"Dalam Rail Ticketing System yang mulai diterapkan ini, nama dan nomor kartu identitas penumpang akan dicatat dalam tiket. Untuk itu, semua penumpang yang melakukan pemesanan atau pembelian langsung tiket KA wajib menunjukkan kartu identitas penumpang yang akan menggunakan tiket tersebut," katanya.

Ia mengatakan, pencantuman nama dan nomor kartu identitas tersebut ditujukan untuk memudahkan identifikasi jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Selain itu, kata dia, pencantuman nama dan nomor kartu identitas juga untuk membatasi ruang gerak calo tiket.

Terkait penggantian sistem tersebut, dia mengakui, selama masa transisi dari sistem online lama ke Rail Ticketing System sedikit berpengaruh terhadap pelayanan tiket KA, misalnya, terjadi sejumlah kasus tempat duduk dobel dan beberapa KA belum bisa dipesan pada H-40 karena masih dalam proses migrasi data.

Kendati demikian, Surono mengatakan, kasus tempat duduk dobel tersebut masih bisa diatasi dengan tempat duduk cadangan. "Kami optimistis proses migrasi selesai tepat waktu sehingga PT KAI sudah menggunakan Rail Ticketing System secara penuh pada 1 Januari 2012," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum Masih Lesu, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum Masih Lesu, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Tips Aman Berinvestasi Bitcoin di Platform Exchange

Tips Aman Berinvestasi Bitcoin di Platform Exchange

BrandzView
Beda Gaya Berpakaian Elon Musk Temui Jokowi, Luhut, dan PM India

Beda Gaya Berpakaian Elon Musk Temui Jokowi, Luhut, dan PM India

Whats New
IHSG Bakal Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Bakal Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Petani Sawit Bakal Geruduk Istana dan Kantor Airlangga, Ini Tuntutannya

Petani Sawit Bakal Geruduk Istana dan Kantor Airlangga, Ini Tuntutannya

Whats New
Jadwal Baru KA Pangrango Bogor-Sukabumi Mulai Hari Ini

Jadwal Baru KA Pangrango Bogor-Sukabumi Mulai Hari Ini

Whats New
Wall Street Mayoritas Merah, Saham Twitter dan Tesla Rontok

Wall Street Mayoritas Merah, Saham Twitter dan Tesla Rontok

Whats New
Perkembangan UMKM Sektor Jasa Konstruksi di Masa Pandemi

Perkembangan UMKM Sektor Jasa Konstruksi di Masa Pandemi

Whats New
Mengenal Tabungan Emas, Produk Pegadaian yang Digugat Rp 322,5 Miliar

Mengenal Tabungan Emas, Produk Pegadaian yang Digugat Rp 322,5 Miliar

Whats New
7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

Rilis
[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Whats New
Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.