Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buah Manggis Semanis Harganya...

Kompas.com - 08/03/2012, 03:07 WIB

Herlambang Jaluardi

Di tengah siang yang terik mengalun irama dangdut bertempo cepat dari radio kecil di atas peti kayu di kios Usaha Dagang Fauzan Berkah, Kampung Cisonggom, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Iramanya menggambarkan semangat pekerja saat musim panen buah manggis.

Masa panen manggis (Garcinia mangostana) pada akhir Februari itu merupakan tahap kedua, dari tiga tahap yang biasanya terjadi selama empat-lima bulan. Panen tahap pertama sudah selesai akhir Desember lalu. Para pekerja rata-rata memanen hasil lebih banyak pada tahap kedua ini dibanding sebelumnya.

”Curah hujan setelah akhir panen lalu lebih ideal bagi manggis. Tidak terlalu basah, tetapi juga tidak kekeringan,” kata Soleh Supendi (35), pemilik UD Fauzan Berkah, Rabu (29/2).

Saat ditemui, pemuda yang telah tujuh tahun menekuni bisnis manggis ini sedang menyiapkan pengiriman 65 koli manggis kualitas super ke Jakarta. Manggis setara 1 ton itu selanjutnya akan diekspor ke China.

Sehari sebelumnya, Soleh menerima sedikitnya lima ton manggis dari para petani. Buah berkulit ungu gelap tersebut lantas dipilah berdasarkan kualitasnya oleh empat karyawan. Pemilahan, antara lain, berdasarkan tekstur warna kulit dan kelengkapan kelopak hijau di bagian atas buah, yang umumnya berjumlah empat buah.

”Karena sangat banyak buah yang masuk, kami belum cukup tidur sejak semalam. Fisik tidak terlalu capek sebenarnya. Hanya pikiran yang lelah karena harus teliti mengamati satu per satu,” kata salah seorang pemilah.

Perbedaan perlakuan bagi manggis untuk kebutuhan ekspor dan dalam negeri terlihat di ruangan pemilahan yang berpenerangan lampu neon tersebut. Manggis kualitas ekspor di masukkan dalam peti plastik merah, yang sebelumnya dilapisi kertas putih. Sebelum ditutup, manggis itu diperciki cairan pengawet untuk menjaga kesegaran kulit.

Adapun manggis untuk pasar dalam negeri, istilahnya BS (buah sisa), dikumpulkan dalam peti kayu, tanpa pelapis kertas, tanpa pengawet. Warna kulit buah untuk pasar dalam negeri pun terkesan lebih kusam. Namun, jangan tertipu penampilan, rasanya lebih manis dibandingkan dengan yang kualitas ekspor. ”BS memang lebih matang dibandingkan yang untuk ekspor,” kata Soleh.

Penghasilan tambahan

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Whats New
Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Whats New
Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Whats New
Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Whats New
Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Whats New
Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Whats New
Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Whats New
Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Whats New
PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi 'Blockchain'

PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi "Blockchain"

Whats New
Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Whats New
Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Whats New
Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Sabtu 25 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Sabtu 25 Mei 2024

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com