Kompas.com - 27/07/2017, 20:43 WIB
Ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan nelayan yang berada di mobil milik salah satu perusahaan cold storage, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2015) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAIkan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan nelayan yang berada di mobil milik salah satu perusahaan cold storage, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2015)
|
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Tiga sektor bisnis yakni rantai pendingin, refrigerasi, dan HVAC (sistem pemanas, ventilasi, dan penyejuk udara) bisa berkembang jika ada peluang dari pemerintah untuk memberikan insentif pajak. Chairman Indonesian Cold Chain Association (ARPI) Hasanuddin Yasni mengemukakan hal itu pada Kamis (27/7/2017) dalam diskusi awal sebagai pembuka eksebisi Refrigeration & HVAC Indonesia. Perhelatan itu sendiri akan berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 28-30 September tahun ini.

Hasanuddin mengatakan bahwa bahan baku pembuatan cold storage yakni sebuah ruangan yang akan dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu dan akan digunakan untuk menyimpan berbagai macam produk dengan tujuan untuk mempertahankan kesegarannya terkena pajak. Lalu, kompresor mesin yang diimpor pun terkena pajak. "Masih banyak pajaknya,"  kata Hasanuddin.

Sementara itu, potensi cold storage untuk menyimpan makanan segar di Indonesia, lanjut Hasanuddin mencapai angka 60 juta ton per tahun. "Nilai investasinya sekitar Rp 80 triliun," katanya.

Dalam diskusi itu diingatkan juga oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri Thomas Darmawan soal besarnya potensi perikanan di Indonesia. Salah satu yang harus menjadi pusat perhatian adalah sistem pendinginan untuk ikan hasil tangkapan di kapal nelayan.

Kemudian, pembicara Herlin Herlianika yang juga anggota Dewan Gubernur ASHRAE menampilkan catatan soal nilai pasar untuk AC split, chiller, cold storage dan sebagainya. Ada kebutuhan untuk pembangunan 500 cold storage dengan nilai hingga Rp 1 miliar per unit.

Lalu, Sofianto Widjaja yang juga Managing Director Pelita Promo Internusa (PPI), penyelenggara pameran mengatakan bahwa pameran akan menjadi ajang bagi pelaku industri membangun koneksi bisnis yang lebih luas. "Koneksi itu ke daerah yang lebih luas dari Jakarta ke seluruh Indonesia maupun internasional," pungkasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.