Semester I 2017, Prodia Catatkan Laba Bersih 50,28 Persen

Kompas.com - 31/07/2017, 14:31 WIB
Public Expose Prodia, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, (10/11) Achmad FauziPublic Expose Prodia, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, (10/11)
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Prodia Widyahusada Tbk pada semester I 2017 mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 58,75 miliar. Jumlah itu naik 50,28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp 39,09 miliar.

Sementara itu pendapatan mencapai Rp 672,61 miliar dengan total aset sebesar Rp 1,83 triliun.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan kinerja positif yang berhasil dicapai perseroan selama semester I 2017 menunjukkan fundamental yang kokoh dengan didukung strategi bisnis yang terukur dan tepat.

Hal inilah yang mendorong  perusahaan juga mampu mengoptimalkan peluang di tengah  situasi perekonomian yang sangat dinamis.

Pertumbuhan laba bersih yang tinggi ini ditunjang oleh berkurangnya beban usaha yang dijalankan Perseroan dan adanya pendapatan dari jasa Keuangan.

“Kami bersyukur bahwa di tengah situasi ekonomi yang belum begitu membaik, Prodia tetap tumbuh secara positif. Tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap aspek kesehatan akan menjadi peluang yang akan terus dioptimalkan,” kata Dewi, dalam keterangan resminya Senin (31/7/2017).

Dewi berharap kinerja Prodia akan terus tumbuh secara positif pada semester II ini, apalagi ditunjang dengan jumlah hari kerja yang lebih banyak dibandingkan pada semester I.

Hal ini tentunya  memberikan kesempatan Prodia untuk meningkatkan pendapatan dengan bertambahnya volume kunjungan pelanggan.

“Selain itu, kebanyakan korporasi melaksanakan pemeriksaan kesehatan menjelang akhir tahun. Kami optimis kinerja hingga akhir tahun akan tumbuh secara positif dan lebih baik,” ujarnya.

Direktur Pemasaran Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan sepanjang enam bulan pertama tahun ini, selain telah menambah jejaring layanan, Prodia juga telah menambah berbagai jenis pemeriksaan baru.

Prodia telah menambah 8 jenis tes pemeriksaan  dan  3 panel wellness check up yang sejalan dengan pengembangan Prodia Health Centre yang  memberikan layanan wellness solution.

Salah satu tes baru yang ditawarkan Prodia adalah Pemeriksaan Warfarin IndivTest (CYP2C9 & VCORC1 genotipe) yang bermanfaat untuk mengetahui adanya polimorfisme pada gen CYP2C9 dan VKORC1 guna mengetahui genotipe yang bisa digunakan untuk penentuan dosis obat warfarin.

Warfarin diketahui merupakan golongan obat antikoagulan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah yang membahayakan kesehatan dan jiwa seseorang apabila pemberian dosisnya tidak dilakukan secara tepat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Whats New
Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Whats New
Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Whats New
Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

BrandzView
Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Whats New
Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X