Wakuliner, E-Comerce Khusus Kuliner Racikan Insinyur Muda Lulusan AS

Kompas.com - 09/08/2017, 20:00 WIB
Anthony Gunawan, CEO Wakuliner saat berbincang dengan sejumlah media sebelum memperkenalkan secara resmi e-commerce Wakuliner di Jakarta, Rabu (9/8/2017). KOMPAS.com/APRILLIA IKAAnthony Gunawan, CEO Wakuliner saat berbincang dengan sejumlah media sebelum memperkenalkan secara resmi e-commerce Wakuliner di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Membangun sebuah startup, terutama di bidang kuliner, mungkin bukan impian utama Anthony Gunawan. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 33 tahun silam ini sebenarnya baru setahun pulang ke Indonesia bersama istri tercinta.

Sebelumnya, Anthony menghabiskan 12 tahun hidup di negeri Paman Sam untuk menimba ilmu S1 dan S2, serta bekerja di bidang teknologi informasi, terutama sebagai programmer.

Sepulangnya ke Indonesia pada 2016 lalu, Anthony dan sang istri sering kesusahan untuk mencari kuliner khas Indonesia. Sebab yang ada, hanya aplikasi kuliner hanya berupa direktori, kalaupun ada yang melayani pembelian, itu juga sifatnya lokal.

"Karena hal itu, kami pun memberanikan diri membangun Wakuliner, sebagai marketplace e-commerce khusus kuliner pertama di Indonesia," kata Anthony kepada media, Rabu (9/8/2017).

(Baca: Mochtar Riady: Ini 4 Syarat Penting Pengembangan e-Commerce)

Jadi, Wakuliner ini tidak beda dengan e-commerce lain yang menampilkan toko-toko online di dalamnya (pelapak), namun, toko-toko tersebut hanya menjual khusus makanan saja.

"Untuk membangun Wakuliner, semua dari dana pribadi. Kami sudah menggelontorkan sekitar Rp 2 miliar," kata Anthony yang masih kental dengan logat khas Jawa Timurnya ini.

Sekadar informasi, Wakuliner ini sudah berdiri sejak Januari 2016, namun tanpa ada marketing khusus untuk mendorong pertumbuhan merchant dan pengguna.

Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play untuk smartphone dengan sistem operasi Android dan iOS.

Hingga 2017, jumlah pengguna aktif sekitar 7.000 pengguna, sementara jumlah merchant mencapai 3.600 merchant di 60 kota di Indonesia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X