Bandara Notohadinegoro Jember Bakal Dijadikan Embarkasi Haji

Kompas.com - 20/08/2017, 22:05 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Bupati Jember Faida tiba di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Bupati Jember Faida tiba di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera mengembangkan Bandara Notohadinegoro di Jember, Jawa Timur. Selain itu, Bandara Notohadinegoro juga bakal dijadikan embarkasi antara untuk memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci.

"Paling tidak jadi embarkasi antara," jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat meninjau Bandara Notohadinegoro, Minggu (20/8/2017).

Budi mengungkapkan, embarkasi antara maksudnya adalah jemaah haji diberangkatkan dari Jember, kemudian dilanjutkan dengan pesawat yang lebih besar melalui embarkasi Surabaya atau Jakarta.

Untuk bisa menjadi embarkasi haji tentu diperlukan landas pacu (runway) yang lebih panjang dan lebar agar pesawat besar seperti Boeing atau Airbus dapat mendarat.

Oleh sebab itu, salah satu unsur utama yang akan dilakukan dalam pengembangan Bandara Notihadinegoro adalah peningkatan kapasitas runway.

Saat ini panjang runway Bandara Notohadinegoro adalah 1.750 meter. Ketika sudah dipanjang dan lebarkan, maka runway bandara tersebut akan berukuran 2.250 x 45 meter. "Jadi bisa mulai dari dari sini dengan pesawat besar. Sekarang kan tidak bisa," ungkap Budi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jember Faida menyatakan, saat ini kabupaten Jember dan sekitarnya memiliki total 17 kloter (kelompok terbang) haji. Sementara itu, syarat minimal dibangun sebuah embarkasi adalah memiliki 14 kloter.

Untuk mendukung embarkasi tersebut, imbuh Faida, pemerintah daerah akan membangun asrama haji. Asrama tersebut akan berlokasi di Jember Sport Center.

Proyek pengembangan Bandara Notohadinegoro dipatok memakan biaya sekitar Rp 370 miliar. Sementara itu, biaya yang disiapkan untuk pembangunan asrama haji mencapai sekitar Rp 200 miliar. "Kalau bandara dananya dari APBN, kalau asrama haji dananya dari APBD," ujar Faida.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X