Kompas.com - 21/08/2017, 16:21 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa Hukum PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel Deski mengklaim masih banyak jemaah yang ingin diberangkatkan umrah oleh biro perjalanan tersebut.

Dia menjamin, jemaah akan berangkat umrah pada November-Desember. Namun dengan syarat, penahanan dua bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dapat ditangguhkan kepolisian.

"Ya anggaplah sekarang di angka 2.000 jemaah yang melaporkan First Travel ke Bareskrim. Tapi jemaah yang masih mau berangkat (umrah), jemaah yang percaya kepada First Travel itu ada 30.000 lebih," kata Deski, kepada wartawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).

Hingga kini, kata dia, Andika dan Anniesa masih berkomitmen memberangkatkan jemaah untuk umrah. Oleh karena itu, dia meminta kepolisian membebaskan Andika dan Anniesa.

(Baca: First Travel Klaim Mampu Berangkatkan Jemaah Umrah, Asal Andika dan Anniesa Dibebaskan)

Sebab, lanjut dia, tak ada yang bisa memberangkatkan jemaah First Travel untuk umrah, kecuali oleh First Travel itu sendiri. Rencananya, seluruh jemaah akan diberangkatkan umrah pada bulan November.

"Tapi secara bertahap ya. Kalau kami langsung berangkatkan 35.000 jemaah, pesawatnya jatuh," kata Deski.

Jemaah yang mengalami keterlambatan jadwal keberangkatan adalah yang menjadi prioritas. Adapun jemaah yang tak jelas keberangkatannya merupakan jemaah yang membayar paket umrah promo, sekitar Rp 15 juta.

Meskipun, di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan telah membekukan paket umrah promo tersebut. Selain itu, Kementerian Agama juga sudah mencabut izin operasional First Travel.

"Pada dasarnya semua (perjalanan) adalah promo. Karena ada seat ramadhan, seat carter, urgent mate, karena ada keterlambatan, ya yang prioritas mereka dulu lah yang diberangkatkan," kata Deski.

Dalam kasus ini, First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya. Pembeli tergiur dan memesan paket umrah.

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, calon jemaah tak kunjung berangkat. Perusahaan itu kemudian dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah.

Setelah polisi menetapkan Andika dan Anniesa sebagai tersangka, penyidik kemudian menetapkan tersangka baru, yaitu Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan selaku Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel.

Kompas TV Calon Jemaah Korban First Travel Mengadu ke DPR
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.