Kemenhub Akan Lakukan Survei untuk Tentukan Tarif LRT Palembang

Kompas.com - 28/08/2017, 06:17 WIB
Sejumlah pekerja Light Rail Transit (LRT) melakukan upacara bendera di atas ponton di bantaran Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/8/2017). Untuk memperingati HUT ke-72 RI, Waskita Karya menggelar peringatan hari kemerdekaan dengan upacara dan sejumlah perlombaan bagi pekerja LRT di Palembang. ANTARA FOTO / FENY SELLYSejumlah pekerja Light Rail Transit (LRT) melakukan upacara bendera di atas ponton di bantaran Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/8/2017). Untuk memperingati HUT ke-72 RI, Waskita Karya menggelar peringatan hari kemerdekaan dengan upacara dan sejumlah perlombaan bagi pekerja LRT di Palembang.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan menyatakan tarif tiket kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang akan disesuaikan dengan daya beli masyarakat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan pihaknya akan melakukan survei untuk menentukan tarif tiket LRT Palembang.

"Tugas besar kami adalah shifting (memindahkan) pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal. Secara konsep kita akan survei daya beli masyarakat Palembang berapa," ujar Budi Karya di Palembang, Sabtu (26/8/2017).

Budi Karya memastikan tiket LRT akan disubsidi oleh pemerintah. Namun, dia tidak menyebutkan secara rinci berapa subsidi yang diberikan untuk tarif LRT.

"Jadi gini ada suatu konsep tarif adalah keterjangkauan angka ekonomis Rp 20.000 atau Rp 25.000 Jadi mampunya masyarakat berapa. Misalnya Rp 7.000, ya kita akan tentukan Rp 7.000. Nah sisanya dari subsidi. Jadi Kemenhub subsidi. Misalnya Trans Musi itu Rp 5.000, itu disubsidi harusnya kan Rp 12.000," jelas dia.

Budi Karya menambahkan, adanya LRT menjadi alternatif transportasi massal baru bagi masyarakat Palembang selain Trans Musi, Angkot, dan ojek. Harapannya, dengan adanya LRT dapat mengurai Kemacetan di Palembang.

"LRT suatu prasarana transportasi yang memang massal. Ini menjadi anchor dari transportasi di Palembang dan baru di indonesia. Jadi Palembang harus bangga ada LRT, Jakarta aja belum," pungkas dia.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk ditunjuk pemerintah untuk membangun dengan nilai kontrak investasi Rp 10,9 triliun Ditargetkan proyek infrastruktur itu akan dioperasikan pada Juni 2018.

Hingga saat ini, pembangunan fisik LRT Palembang mencapai 55 persen. Ditargetkan pembangunan fisik LRT Palembang rampung pada Oktober 2017.

LRT Palembang terdiri atas lintas pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang –Jakabaring Sport City.

LRT Palembang juga akan dilengkapi dengan 13 stasiun dan 9 sub-tasiun, serta memiliki jembatan Sungai Musi dengan bentang sungai 350 meter.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X