Kompas.com - 28/08/2017, 10:30 WIB
Ilustrasi: Peternak ayam, Rateb, memilah telur yang baru diambilnya dari kandang di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/4/2013). Sejak seminggu terakhir harga telur tersebut naik dar Rp800 menjadi Rp950 perbutir.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAIlustrasi: Peternak ayam, Rateb, memilah telur yang baru diambilnya dari kandang di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/4/2013). Sejak seminggu terakhir harga telur tersebut naik dar Rp800 menjadi Rp950 perbutir.
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com - Ade M Zulkarnain, Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) mengatakan bahwa saat ini peternak ayam kampung menghadapi sebuah masalah lantaran produksi telur ayam kampung tidak sebanyak yang diperkirakan pemerintah.

Masalah ini datang karena banyak peternak yang memproduksi telur ayam brakel atau telur ayam arab dan menjualnya sebagai telur ayam kampung.

"90 persen telur yang diproduksi dan menggunakan label ayam kampung itu justru bukan ayam kampung. Jadi ada kebohongan publik. Jadi telur itu berasal dari ayam arab atau ayam brakel asal Belgia," tutur Ade kepada KONTAN, Minggu (27/8/2017).

Menurut Ade, hal ini tentu menimbulkan kerugian kepada konsumen dan peternak ayam kampung asli.

(Baca: Ini Cara Membedakan Telur Ayam Kampung Asli dengan yang Tidak Asli)

Sebab, dengan produksi telur ayam kampung yang sebenarnya sangat kecil harusnya mampu mengangkat harga telurayam kampung hingga Rp 2.000 per butir di tingkat peternak.

"Karena tindakan itu, produksi telur ayam kampung dipersepsi masih tinggi padahal sebenarnya tidak. Karena itu, kami mengusulkan pemerintah melakukan pengawasan dan penindakan terhadap produk-produk peternakan," ungkap Ade.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asumsi Pemerintah

Lebih lanjut dia memaparkan bahwa harga telur ayam ras berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir.

Namun kondisi tersebut tidak terjadi pada telur ayam kampung dan telur bebek. Menurut Ade, harga telur ayam kampung dan telur bebek masih stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber KONTAN

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.