Petani Muda Sulsel Buka Lahan Tidur 30 Hektar Demi Swasembada Jagung

Kompas.com - 07/09/2017, 19:47 WIB
Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Sulawesi Selatan berfoto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Bupati Wajo Andi Nurhanuddin di Wajo, Sulsel, Kamis (7/9/2017). KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANGerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Sulawesi Selatan berfoto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Bupati Wajo Andi Nurhanuddin di Wajo, Sulsel, Kamis (7/9/2017).
|
EditorSri Noviyanti

WAJO, KOMPAS.com – Petani muda Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Program Kementerian Pertanian, yakni Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) telah menyiapkan lahan tidur sebanyak 30 ribu hektar (ha) untuk ditanami jagung.

“Penanaman jagung akan dilakukan secara serentak pada September 2017,” ujar Asrul Herman, Koordinator Wilayah (Korwil) Gempita Sulawesi Selatan di sela-sela kegiatan Panen Raya Padi Kamis (7/9/2017).

(Baca juga: Pujian Berbalik Gelar "Penyelamat Petani" untuk Mentan Amran)

Asrul menjelaskan, lahan yang akan digunakan itu merupakan lahan tidur. Selama ini, keadaannya terlantar atau tidak dimanfaatkan sama sekali oleh petani maupun pemerintah daerah.

Perlu diketahui, pemanfaatan lahan tidur merupakan salah satu terobosan petani muda melalui Gempita untuk mendukung target Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada jagung pada 2017.

Asrul juga menegaskan keberadaan Gempita sangat membantu petani dan pemerintah daerah untuk menyediakan jagung sesuai dengan kebutuhan yang ada di Sulawesi Selatan.

Selain itu, Gempita juga membantu petani mendapatkan bantuan pemerintah mulai dari pengajuan calon lahan yang diusulkan, pengawalan pendistribusian bantuan agar tepat sasaran dan waktu, serta membantu menyediakan pasar agar petani mendapatkan harga yang menguntungkan.

"Semua bantuan kami kawal sepenuhnya mulai dari pengajuan, pendistribusian, panen, hingga pemasaran. Karena itu, kami optimis bisa wujudkan swasembada jagung sesuai program pemerintah," kata Asrul.

Bahkan, kata asrul, upaya yang tengah dilakukan tersebut tak hanya bertujuan untuk penuhi kebutuhan di Sulawesi Selatan ataupun dalam negeri.

“Kami optimis bisa lakukan ekspor jagung dari produksi yang akan datang. Produksi jagung kami jamin meningkat," tutup Asrul.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X