Kecepatan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Mengerucut ke 160 Km Per Jam

Kompas.com - 14/09/2017, 09:58 WIB
Ratusan pekerja dikerahkan untuk menggeser rel jalur tunggal untuk dialihkan ke jalur ganda di ruas antara Cepu, Jawa Tengah, dan Tobo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/3). Pengalihan jalur ini sekaligus menandai dioperasikannya jalur ganda Bojonegoro-Semarang Tawang sepanjang 208 kilometer. Jalur ini merupakan bagian dari proyek jalur ganda Jakarta-Surabaya yang ditargetkan beroperasi April 2014. KOMPAS/IWAN SETIYAWANRatusan pekerja dikerahkan untuk menggeser rel jalur tunggal untuk dialihkan ke jalur ganda di ruas antara Cepu, Jawa Tengah, dan Tobo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/3). Pengalihan jalur ini sekaligus menandai dioperasikannya jalur ganda Bojonegoro-Semarang Tawang sepanjang 208 kilometer. Jalur ini merupakan bagian dari proyek jalur ganda Jakarta-Surabaya yang ditargetkan beroperasi April 2014.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah masih mengkaji kecepatan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Namun sepertinya pilihan akan mengerucut ke kecepatan 160 km per jam, jika menggunakan opsi jalur eksisting. 

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kecepatan kereta akan berpengaruh dengan biaya yang nantinya dikeluarkan.

"Terus terang, kami masih melihat apa kami mau ambil opsi menggunakan kereta (dengan kecepatan) 160 km per jam, atau mau kereta yang (kecepatannya) 200 km per jam," kata Luhut, di Gedung BPPT, Rabu (13/9/2017).

Jika pemerintah menggunakan kereta dengan kecepatan 160 km per jam dan menggunakan jalur eksisting, maka pemerintah harus membangun sekitar 900-1.000 underpass untuk mengatasi pelintasan sebidang di sepanjang jalur Jakarta-Surabaya.

(Baca: Kejar Selesai, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Pakai Rel Lama)

 

Namun, jika kecepatan kereta mencapai 200 km per jam, maka biaya pembangunan proyek ini bisa membengkak, hingga dapat menghabiskan biaya hingga Rp 170 triliun.

"Mungkin kami akan kembali ke skenario awal, tinggal kami perbaiki underpass dan flyovernya. Karena memang relnya tidak bisa untuk kereta dengan kecepatan 200 km per jam," kata Luhut.

Selain itu, ia menjelaskan terus membahas proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya bersama Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga sudah melakukan studi bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan PT Kereta Api Indonesia.

"Kami akan rapat lagi dengan Menhub. Setelah itu, kami akan melaporkan pilihannya kepada Presiden. Kami belum putus mengenai ini," kata Luhut.

Kompas TV Wijaya Karya Kurangi Saham Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X