Kapan Fitur Isi Ulang Uang Elektronik "E-commerce" Bisa Dipakai Lagi?

Kompas.com - 24/09/2017, 12:58 WIB
|
EditorAmir Sodikin

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) tengah melakukan pembekuan sementara (suspend) fitur isi ulang uang elektronik yang dimiliki sejumlah laman e-dagang atau e-commerce. Beberapa e-commerce tersebut baru mengurus izin kepada BI untuk fitur itu.

Dikabarkan, beberapa e-commerce yang tengah mengajukan izin untuk fitur isi ulang uang elektronik milik mereka adalah Tokopedia, Shopee, dan Paytren. Selama proses perizinan berlangsung, maka e-commerce tersebut belum boleh menyelenggarakan layanan isi ulang uang elektronik miliknya.

Terkait hal tersebut, Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Pungky Purnomo Wibowo menjelaskan, izin yang untuk uang elektronik didasarkan pada ketentuan uang elektronik dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaran Uang Elektronik.

"Yang wajib mengajukan permohonan izin sebagai penerbit adalah lembaga selain bank yang telah mengelola atau merencanakan pengelolaan dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih," kata Pungky di Jakarta, Jumat (22/9/2017) malam.

Dana float maksudnya adalah uang yang disimpan pada sisi kewajiban segera bank. Sebagai informasi, dana yang mengendap di uang elektronik disimpan dalam sisi kewajiban segera pada neraca bank.

Apabila sejumlah e-commerce atau lembaga selain bank yang sudah menyelenggarakan kegiatan uang elektronik dan memiliki dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih, maka lembaga itu harus mengajukan izin kepada BI sebagai otoritas sistem pembayaran.

"Dalam izin uang elektronik untuk perlindungan konsumen, maka harus dilihat keamanan TI (teknologi informasi), audit independen untuk TI dan finansial," ujar Pungky.

Pungky menjelaskan, sejumlah e-commerce tersebut sudah memiliki dana float di atas Rp 1 miliar. Oleh sebab itu, guna menghindari kesalahan prosedur atau pengelolaan, BI memutuskan untuk membekukan sementara fitur isi ulang uang elektronik tersebut.

"Kita minta kegiatan yang sudah dilakukan dan belum ada izin di-hold, tidak boleh dulu. Sampai kapan? Sampai dengan proses assessment selesai," jelas Pungky. Ia menuturkan, proses tersebut berjalan selama 35 hari.

Adapun penghitungan 35 hari tersebut dilakukan begitu semua persyaratan telah dilengkapi. Pungky menjelaskan, bank sentral melakukan asessment tersebut dengan sangat hati-hati. Tujuannya adalah guna terus mengedepankan aspek perlindungan konsumen.

Seperti diberitakan sebelumnya, uang elektronik keluaran Tokopedia, TokoCash, untuk sementara tak bisa diisi ulang karena sedang menunggu pengurusan izin. Di dalam website Tokopedia, disebutkan bahwa pihak Tokopedia melihat respons dan antusiasme pengguna TokoCash yang sangat tinggi.

"Tokopedia ingin agar TokoCash dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di luar platform Tokopedia. Untuk mencapai tujuan tersebut, Tokopedia sedang mengajukan perizinan uang elektronik kepada Bank Indonesia. Sehubungan dengan proses perizinan tersebut, untuk sementara TokoCash tidak dapat di-top up, terhitung hari Rabu, tanggal 13 September 2017, pukul 23:59. Namun, seluruh fitur TokoCash (transaksi, cashback, refund, dan redeem Gift Card) akan tetap berfungsi seperti biasa," begitu bunyi pengumuman Tokopedia.

Baca juga: Belum Berizin, BI Larang Sementara Layanan "E-money" di Tokopedia

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar 'Cloud Computing' di RI

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar "Cloud Computing" di RI

Whats New
Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Rilis
Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Whats New
Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Whats New
HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Whats New
Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Whats New
Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Whats New
Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Whats New
HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

Whats New
Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Rilis
Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Whats New
Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.