Kemenhub Desak China Segera Realisasikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kompas.com - 27/09/2017, 18:02 WIB
Kereta cepat China terparkir di stasiun Guangzhou, Rabu (17/2/2016) KOMPAS.com / Bambang PJKereta cepat China terparkir di stasiun Guangzhou, Rabu (17/2/2016)
EditorBambang Priyo Jatmiko

DENPASAR, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan mendesak China untuk mempercepat realisasi kereta cepat Jakarta-Bandung. Sejauh ini, proyek tersebut belum juga berjalan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, dalam pertemuan dengan delegasi China pada acara pertemuan menteri-menteri transportasi Asia-Eropa (ASEM-TMM), pihaknya minta agar ada percepatan dalam realisasi proyek tersebut.

"Mereka memberikan respon, yakni menindaklanjuti dengan pertemuan bersama wakil mereka yang ada di Jakarta," ujarnya, Rabu 927/9/2017).

Menurut Menhub, pihak China juga telah menunjuk perusahaan konstruksi yakni China Communications Construction Company (CCCC) Limited untuk menangani pengerjaan proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, kereta cepat Jakarta-Bandung yang digagas pemerintah hingga saat ini belum terealisasi. Padahal proyek ini telah ground breaking pada awal 2016.

Budi Karya juga kembali menepis bahwa pihak China meminta jaminan pemerintah atas proyek kereta cepat, yang membuat pendanaan tak juga cair hingga saat ini.

"Tidak ada permintaan dari China untuk jaminan dari pemerintah," jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Budi Karya juga menuturkan bahwa pemerintah menawarkan 12 proyek infrastruktur kepada China dengan nilai Rp 40 triliun.

Ada sejumlah proyek infrastruktur besar yang akan ditawarkan ke China, di antaranya yakni Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bandara Kualanamu.

"Dalam beberapa hari ini, akan kami finalisasi untuk nanti dibahas saat Pak Luhut (Menko Kemaritiman) berkunjung ke China pekan depan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.