Mengapa Pesawat Rancangan BJ Habibie R80 Gunakan Mesin Baling-baling?

Kompas.com - 29/09/2017, 06:30 WIB
Presiden Ketiga RI BJ Habibie menunjukkan miniatur pesawat R80 ke Presiden Joko Widodo di Puspitek, Tangerang, Senin (13/4/2015). Pesawat itu rencananya akan dibuat oleh Regio Aviasi Industri yang ingin dimiliki Habibie. KOMPAS.com/Sabrina AsrilPresiden Ketiga RI BJ Habibie menunjukkan miniatur pesawat R80 ke Presiden Joko Widodo di Puspitek, Tangerang, Senin (13/4/2015). Pesawat itu rencananya akan dibuat oleh Regio Aviasi Industri yang ingin dimiliki Habibie.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pengembangan pesawat buatan anak negeri tengah dikerjakan oleh perusahaan bentukan Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) bersama putranya Ilham Habibie.

Tak main-main proyek yang sudah masuk kedalam daftar proyek strategis nasional itu ditargetkan akan dilakukan uji terbang pesawat R80 rancangan BJ Habibie pada tahun 2020 mendatang dan akan diproduksi massal pada 2024.

Banyak pihak yang bertanya, mengapa BJ Habibie masih menggunakan teknologi mesin dengan baling-baling pada pesawat rancangannya, disaat perusahaan dirgantara lain telah menggunakan mesin jet.

Dengan lantang, Bapak yang mendapat julukan sebagai Bapak Teknologi itu menjawab mengapa pesawat rancangannya menggunakan mesin baling-baling.

(Baca: Pesawat R80 Rancangan BJ Habibie Akan Gunakan Teknologi Terkini)

Menurut Habibie, penggunaan mesin baling-baling disebabkan oleh beberapa faktor, faktor pertama adalah untuk efisiensi penggunaan bahan bakar pada pesawat.

Kemudian, kedua adalah dengan menyesuaikan faktor gegorafis Indonesia sebagai negara kepulauan. Sebab, R80 dirancang sebagai pesawat yang mampu melayani penerbangan antar pulau dengan jarak tempuh pendek hingga menengah.

"Yang dijelaskan Pak Habibe itu adalah ada dua macam teknologi, teknologi turbo jet atau turbo fan dan turboprop (baling-baling)," ujar Presiden Direktur PT Regio Aviasi Industri (RAI) Agung Nugroho di kediaman BJ Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Menurutnya, mesin pesawat dengan jenis turbo jet akan lebih banyak memakan bahan bakar dibandingkan dengan mesin turbo prop, sebab, daya dorong mesin jet lebih besar dibandingkan baling-baling.

"Teknologi turbo jet atau turbo fan itu pada prinsipnya dihasilkan dari suatu proses yang ada di dalam tubuh turbin, jadi daya dorongnya disemburkan dari dalam (turbin)," ungkapnya.

Sedangkan, untuk baling-baling, lanjut Agung, dalam menerbangkan pesawat tidak menggunakan semburan turbin tetapi menggunakan daya dorong dari baling-baling.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X