Mendag Tak Ingin Kampanye Negatif Sawit Indonesia Terus Berlanjut

Kompas.com - 03/10/2017, 20:30 WIB
Ilustrasi: Pekerja mengangkut biji tandan buah segar kelapa sawit ke atas truk usai dipanen di Desa Talun Kenas, Deliserdang, Sumut, beberapa waktu lalu. TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI Ilustrasi: Pekerja mengangkut biji tandan buah segar kelapa sawit ke atas truk usai dipanen di Desa Talun Kenas, Deliserdang, Sumut, beberapa waktu lalu.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan kampanye negatif yang ditujukan kepada kelapa sawit asal Indonesia harus segera berakhir.

Menurut Mendag sebagai produsen utama crude palm oil (CPO) di dunia, Indonesia harus terus melawan kampanye negatif agar pasar ekspor CPO dan produk turunannya tidak hilang.

"Pemerintah menjamin dan kita meminta kepada negara Eropa, Amerika dan beberapa negara lain untuk tidak menyampaikan atau mengkampanyekan hal negatif. Jadi ekspor kami jaga, kami juga meminta industrinya untuk downstream-nya segera dikembangkan," ujar Mendag di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

(Baca: Jurus Indonesia Tangkal Kampanye Negatif tentang Sawit)

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar sawit Indonesia mendapatkan penilaian positif dan dapat bersaing dengan produk sejenis di negara-negara kawasan Eropa.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengatakan, salah satu upaya melawan kampanye negatif tersebut adalah dengan terus memperbaiki kredibiltas sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).

"Kami sedang memperbaiki ISPO supaya lebih kuat agi dan kredibel," ujarnya.

Menurutnya, kampanye negatif yang ditujukan kepada CPO asal Indonesia bukan tanpa alasan, tetapi karena untuk menurunkan pangsa pasar CPO dan produk turunannya di pasar Eropa.

"Kami ingin ada keadilan, masalahnya apa sih sebetulnya, jika resolusi Uni Eropa tidak memiliki justifikasi yang jelas, ini persaingan akhirnya," ujar Iman.

Seperti diketahui, Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi soal sawit dan pelarangan biodiesel berbasis sawit pada April 2017 lalu.

Resolusi tersebut dikeluarkan, karena dinilai masih menciptakan banyak masalah dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Kompas TV Manfaat Kelapa Sawit untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.