Susi: Kali Ini Kita Buktikan, Negara Menang Lawan Mafia!

Kompas.com - 20/10/2017, 19:07 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku senang dengan putusan Pengadilan Negeri Sabang terhadap kasus Silver Sea 2.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sabang Nomor 21/pidsus/2017/PN SAB, negara dimenangkan pada kasus Silver Sea 2.

"Kali ini kita buktikan negara menang melawan mafia. Itu saya rasa suatu hal yang monumental," kata Susi, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kompleks Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).

Menurut dia, hal ini juga merupakan keberhasilan Kejaksaan Agung, TNI Angkatan Laut, dan Satgas 115 yang mengawali penangkapan kapal tersebut.

Adapun kapal Silver Sea 2 merupakan kapal pengangkut ikan berbendera Thailand berukuran 2.285 GT yang ditangkap oleh TNI Angkatan Laut pada 12 Agustus 2015 di perairan Sabang, Aceh.

Kapal tersebut ditangkap karena melakukan pelanggaran, yakni mematikan Automatic Identification System (AIS) dan Vessel Monitoring System (VMS). Kapal Silver Sea 2 diduga melakukan transhipment ilegal di wilayah tangkapan ikan di wilayah Indonesia.

Selama proses penyidikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggunakan metode pemeriksaan genetika ikan untuk mengidentifikasi asal usul ikan campuran yang berada di dalam palkah Silver Sea 2.

Berdasar hasil DNA, ikan campuran yang berada di dalam palkah Silver Sea 2 identik dengan sampel ikan hasil tangkapan, salah satunya berasal dari cold storage milik PT Benjina Pusaka Resources (PT PBR).

Selain itu, hasil DNA juga menyebutkan bahwa ikan campuran berasal dari Laut Arafura yang merupakan wilayah operasi PT PBR. "Kendalanya, mereka juga hebat-hebat, penasehat hukumnya juga hebat-hebat. Tarik ulur berat," kata Susi.

Pemilik kapal Silver Sea 2 Yotin Kuarabiab sebelumnya menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukumnya. Yusril pun sempat melayangkan somasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan karena lambatnya proses penyidikan, serta mengakibatkan kerugian bagi Yotin.

Pada akhirnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Sabang, Kamis (19/10/2017) memutuskan terdakwa atas nama Yotin Kuarabiab yang merupakan warga negara Thailand dan nahkoda kapal Silver Sea 2 telah terbukti melanggar pasal 100 jo. Pasal 7 ayat (2) huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Kemudian, majelis hakim memutuskan terdakwa dijatuhi denda sebesar Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, dokumen, kapal ikan Silver Sea 2, dan ikan campuran sebanyak 1.930 MT sudah dilelang pada 24 Februari 2016 dan berhasil mendapatkan dana senilai Rp 20,579 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X