Ritel Berguguran, Mendag Berkilah Generasi Millennial Malas Belanja di Mal

Kompas.com - 30/10/2017, 11:15 WIB
Pengunjung saat mengantre di depan pintu masuk Lotus Department Store, Djakarta Theater XXI, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Menurut informasi karyawan, gerai Lotus di seluruh Indonesia akan ditutup pada 31 Oktober 2017. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengunjung saat mengantre di depan pintu masuk Lotus Department Store, Djakarta Theater XXI, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Menurut informasi karyawan, gerai Lotus di seluruh Indonesia akan ditutup pada 31 Oktober 2017.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri ritel dalam negeri tengah mengahadapi persoalan pelik. Selain menurunnya tren belanja masyarakat, peralihan pola konsumsi juga menjadi alasan dibalik gugurnya satu per satu gerai ritel terutama di Jakarta.

Tercatat, hingga saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha ritel yang menutup gerai usahanya, mulai dari 7-Eleven, PT Matahari Department Store.

Kemudian, Lotus Department Store dan Debenhams akan ditutup oleh PT Mitra Adi Perkasa Tbk pada akhir bulan Oktober dan akhir tahun ini.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, salah satu faktor yang menyebabkan gugurnya gerai ritel di kota-kota besar seperti Jakarta adalah terjadinya pergeseran perilaku konsumen.

Salah satunya adalah generasi muda atau millennial yang disebut-sebut sudah enggan berbelanja ke pusat-pusat perbelanjaan sepeti mal.

"Konsumen terbesar terutama di perkotaan adalah yang disebut generasi millennial. Terjadi pergeseran perilaku konsumen dalam kehidupan, dan juga belanja," ujar Mendag Enggartiasto kepada Kompas.com, Senin (30/10/2017).

Menurut Mendag, pergeseran perilaku tersebut bukan hanya di Jakarta dan kota-kota besar tetapi juga terjadi di berbagai belahan dunia.

Terlebih generasi muda memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi secara cepat melalui internet, termasuk informasi produk atau jasa melalui dunia maya.

"Ini bukan hanya di Indonesia saja tapi juga di dunia apalagi mereka tersambung dengan informasi tentang berbagai hal. Mereka juga cenderung ingin mencoba," papar Mendag.

Selain pergeseran perilaku belanja generasi muda, kondisi kota-kota besar seperti masalah kemacetan juga menyebabkan masyarakat semakin enggan belanja di pusat perbelanjaan salah satunya ritel konvensional.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X