Perkuat Daya Saing Sawit, Gapki Usul Tiga Hal ke Pemerintah 

Kompas.com - 02/11/2017, 12:20 WIB
Pembukaan Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) di Bali Nusa Dua Conference Center, Bali, Kamis (2/11/2017).  KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIPembukaan Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) di Bali Nusa Dua Conference Center, Bali, Kamis (2/11/2017). 
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

NUSA DUA, KOMPAS.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai persaingan pasar industri kelapa sawit dan produk turunannya semakin ketat. Pasalnya, beberapa negara-negara  lebih proyektif untuk mengimpor kelapa sawit.

Salah satunya, yakni resolusi sawit yang dikeluarkan Uni Eropa karena karena dinilai masih menciptakan banyak masalah dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

"Sehingga hal ini, yang membuat persaingan di pasar global menjadi makin tidak pasti," ujar Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono dalam Indonesia Palm Oil Conference di Bali Nusa Dua Conference Center, Bali, Kamis (2/11/2017). 

Maka dari itu, tutur Joko, untuk lebih meningkatkan daya saing kelapa sawit dan produk turunannya Gapki mengusulkan tiga hal kepada pemerintah. Pertama, Gapki meminta kepada pemerintah untuk memperluas pasar ekspor kelapa sawit dan produk turunan Indonesia ke negara-negara lain. 

(Baca: Gapki: Imbal Barter Sukhoi Rusia Berikan Kepastian Pembelian CPO)

Hingga saat ini, Indonesia mempunyai pasar ekspor di negara India, China, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Pakistan. 

Kedua, lanjut Joko, Gapki menginginkan adanya kemudahan berinvestasi dalam industri kelapa sawit. Salah satunya, dengan menyederhanakan regulasi yang dapat memberi kemudahan pengusaha untuk berinvestasii di dalam industri kelapa sawit. 

"Ketiga, sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) harus diperkuat, terutama terkait dengan penataan institusi agar ISPO lebih kredibel dan diakui secara internasional," jelas dia. 

Joko menambahkan, Gapki dalam industri juga terus mendorong perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia. Salah satunya, dengan menggandeng petani kelapa sawit dengan skala kecil.

"Inisiatif ini adalah untuk mendorong dan meningkatkan kerja sama antara perusahaan dgn petani kecil yang saat ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan. Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong perluasan kerja sama dan kemitraan dengan petani kecil sawit," pungkas dia. 

Kompas TV Manfaat Kelapa Sawit untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.