Menteri Desa Gabungkan Program Transmigrasi dengan Prukades - Kompas.com

Menteri Desa Gabungkan Program Transmigrasi dengan Prukades

Kompas.com - 06/11/2017, 18:54 WIB
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo usai penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Transmigrasi dari Jawa Tengah di Kawasan Transmigrasi Satuan Permukiman Padang Tarok SP 1 Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.Dok Kemendesa Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo usai penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Transmigrasi dari Jawa Tengah di Kawasan Transmigrasi Satuan Permukiman Padang Tarok SP 1 Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus merevitalisasi model transmigrasi untuk menjawab besarnya minat dari daerah asal dan daerah penerima.

Dengan memasukkan konsep Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan), pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi akan dihubungkan langsung dengan dunia usaha.

Hal ini diungkapkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo usai penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Transmigrasi dari Jawa Tengah di Kawasan Transmigrasi Satuan Permukiman Padang Tarok SP 1 Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

“Dengan keterbatasan anggaran kami akan gabungkan program transmigrasi dengan program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan)," ujar Mendes PDTT Eko Sandjojo melalui keterangan resmi, Senin (6/11/2017).

Baca juga: Mendes Eko: Transmigrasi Terbukti Berhasil Tingkatkan Perekonomian

Menteri Eko menambahkan, daerah asal akan menentukan komoditas yang cocok untuk dikembangkan. Kemudian pemerintah pusat akan membantu menghubungkan keunggulan komoditas daerah tersebut dengan sektor swasta atau pasar.

“Jadi program transmigrasi sudah lebih modern. Kami tidak hanya menyediakan tanahnya saja melainkan pasarnya kami jamin. Perlu ada jaminan usaha saat mereka datang. Lahan yang ada perlu ditata kembali fokus komoditasnya,” ucapnya

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menegaskan, pihaknya memiliki lahan dan butuh pengembangan.

Dengan jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah yang banyak, pemberangkatan para transmigran ke Kabupaten Sijunjung adalah langkah yang tepat. Kesuksesan para transmigran di Sumatera Barat akan memotivasi pertumbuhan ekonomi yang baik di kawasan yang baru.

“Tidak ada konflik dan masalah. Tolerasi tinggi dan membaur. Anak-anaknya sudah bisa S1 dan punya kendaraan. Tahun depan kalau bisa tambah lagi dari 1.700, kami siap menerima 2.700 di Kabupaten Sijunjung,” ungkapnya.

Gubernur Irwan menambahkan, sudah ada pihak ketiga yang siap membeli komoditas dari lahan para transmigran. Permintaan pasar yang tinggi tidak dibarengi dengan kesediaan sumber daya manusia yang mencukupi. Program transmigrasi pun dinilainya menjadi solusi.

“Jadi yang datang tahu kerjanya apa. Dia langsung untung dan mendapat penghasilan. Pihak ketiga juga butuh (komoditas). Transmigrasi tidak hanya mendatangkan pekerja dari Jawa untuk bekerja, melainkan juga memboyong warga dan tinggal,” katanya.

Kompas TV Menteri Desa Ini Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Predikat


EditorErlangga Djumena

Close Ads X