2024, Indonesia Targetkan Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia

Kompas.com - 08/11/2017, 15:03 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City Surabaya, Rabu (8/11/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANDeputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City Surabaya, Rabu (8/11/2017).
|
EditorErlangga Djumena

SURABAYA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menargetkan Indonesia menjadi pusat bagi ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, target tersebut diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2024 mendatang.

Menurut Perry, selama ini Indonesia tertinggal dalam pengembangan potensi ekonomi berbasis syariah. Padahal, Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, mengingat Indonesia memiliki populasi muslim yang amat besar.

"Bagaimana kita mempercepat dan mengejar ketinggalan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujar Perry dalam konferensi pers Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City Surabaya, Rabu (8/11/2017).

Target tersebut, sebut dia, didukung dengan cara pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di berbagai wilayah di Indonesia. Pengembangan tersebut tidak hanya di Jawa, namun juga kawasan lainnya.

Baca juga : Ekonomi Syariah, BI Bilang Mohon Maaf Masing-masing Kerja Sendiri...

Ilustrasi SyariahThinkstockphotos.com Ilustrasi Syariah
Dalam hal ini, Perry juga menyoroti Jawa Timur yang dapat menjadi regional champion atau yang terdepan secara regional dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal ini pula yang mendorong penyelenggaraan ISEF di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam ISEF, tutur Perry, bank sentral memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pihak tersebut antara lain kementerian dan lembaga, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan lainnya.

"Ini harus tidak hanya jadi komitmen nasional, tapi juga jadi program koordinasi dan kolaborasi berbagai lembaga, kementerian, otoritas, asosiasi sampai penggiat ekonomi, dan kita semua termasuk pesantren," jelas Perry.

Kompas TV Uno Syariah, Gabungkan Permainan Uno dan Ekonomi Syariah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X