Kompas.com - 21/11/2017, 09:09 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) mengatakan, berkembangnya produk rokok elektrik atau yang dikenal vape berpotensi mengurangi konsumsi tembakau di Indonesia.

"Kalau penggunaan (rokok) elektrik ke depan signifikan, konsumsi tembakau petani berkurang," ujar Hasan Aoni Hasan Aoni Aziz, Sekretaris Jenderal Gappri kepada Kompas.com, Selasa (21/11/2017).

Hasan mengatakan, saat ini pergeseran tersebut masih belum signifikan, walaupun produk-produk rokok elektrik semakin hari kian banyak di pasaran.

"Sekarang masih belum tampak berapa pengurangan konsumsi produk tembakau akibat orang mengkonsumsi rokok elektrik, belum signifikan mempengaruhi pasar reguler. Tapi, tidak tahu ke depan," sebut dia.

Baca juga : Pengusaha Vape: Kami Sangat Keberatan dengan Apa yang Dikatakan Pak Menteri Perdagangan

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertindak tegas mengatur peredaran rokok elektrik atau vape di Indonesia. Peredaran rokok elektrik tidak memberikan keuntungan bagi Indonesia karena tidak memberikan dampak kesejahteraan bagi petani tembakau.

"Siapa yang tahu isinya, ganja atau bukan. Di negara maju itu malah lebih ekstrem dilarang," ucap Mendag.

Mendag pun akan mencantumkan persyaratan peredaran rokok elektrik tersebut masuk dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag).

"(Rokok elektrik) hanya boleh beredar, dan impor kalau ada rekomendasi dari Menkes, BPOM, Menperin, dan dapat SNI. Nah itu panjang, dan kelihatannya 20-30 tahun enggak keluar izinnya," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Whats New
Harga Turun Per 1 Oktober, Simak Rincian Harga BBM Shell Terbaru di 5 Daerah

Harga Turun Per 1 Oktober, Simak Rincian Harga BBM Shell Terbaru di 5 Daerah

Whats New
Daftar Harga Pertamax Terbaru dari Aceh hingga Papua per 1 Oktober 2022

Daftar Harga Pertamax Terbaru dari Aceh hingga Papua per 1 Oktober 2022

Whats New
4 SPBU Kompak Turunkan Harga, Ini Perbandingan Harga BBM Terbaru di Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR

4 SPBU Kompak Turunkan Harga, Ini Perbandingan Harga BBM Terbaru di Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR

Whats New
4 Tips Menghadapi Dampak Inflasi, Apa Saja?

4 Tips Menghadapi Dampak Inflasi, Apa Saja?

Spend Smart
Harga Pertamax Turun, Kapan Giliran Pertalite dan Solar Subsidi?

Harga Pertamax Turun, Kapan Giliran Pertalite dan Solar Subsidi?

Whats New
Biaya Admin BCA Syariah, Setoran Awal, dan Limitnya

Biaya Admin BCA Syariah, Setoran Awal, dan Limitnya

Spend Smart
Per 1 Oktober 2022, Harga Pertamax Turun, Kini Hanya Terpaut Rp 250 Dibanding BP 92 di BP-AKR

Per 1 Oktober 2022, Harga Pertamax Turun, Kini Hanya Terpaut Rp 250 Dibanding BP 92 di BP-AKR

Whats New
SPBU BP-AKR Turunkan Harga BP 92 Setara Pertamax Jadi Rp 14.150 Per Liter

SPBU BP-AKR Turunkan Harga BP 92 Setara Pertamax Jadi Rp 14.150 Per Liter

Whats New
Harga Pertamax Turun, SPBU BP-AKR Ikut Turunkan BBM BP 90, BP 92, dan BP 95

Harga Pertamax Turun, SPBU BP-AKR Ikut Turunkan BBM BP 90, BP 92, dan BP 95

Whats New
Harapan Menaker, BSU Ringankan Beban Para Pekerja Terdampak Kenaikan Harga BBM

Harapan Menaker, BSU Ringankan Beban Para Pekerja Terdampak Kenaikan Harga BBM

Whats New
Judi Porkas, Undian Lotre yang Dilegalkan pada Masa Soeharto

Judi Porkas, Undian Lotre yang Dilegalkan pada Masa Soeharto

Whats New
Sejarah Ekonomi China, Mengaku Komunis, tapi Sering Dianggap Kapitalis

Sejarah Ekonomi China, Mengaku Komunis, tapi Sering Dianggap Kapitalis

Whats New
4 Langkah Bekerja dengan Efisien dan Efektif

4 Langkah Bekerja dengan Efisien dan Efektif

Work Smart
Ini Alasan Pertamina Turunkan Harga Pertamax dkk, tetapi Naikkan Harga Dex Series

Ini Alasan Pertamina Turunkan Harga Pertamax dkk, tetapi Naikkan Harga Dex Series

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.