Awal Pengoperasian Desember, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Digratiskan

Kompas.com - 22/11/2017, 14:05 WIB
Satu rangkaian kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) buatan PT Industri Kereta Api (INKA) terlihat di Balai Yasa, Manggarai, Jakarta, Senin (18/9/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSatu rangkaian kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) buatan PT Industri Kereta Api (INKA) terlihat di Balai Yasa, Manggarai, Jakarta, Senin (18/9/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan segara beroperasi pada bulan Desember 2017 mendatang.

Pada bulan tersebut, PT Kereta Api Indonesia ( KAI) akan membebaskan tarif kepada para penumpang.

Direktur Keuangan KAI, Didiek Hartantyo mengatakan, kereta Bandara Soekarno-Hatta akan beroperasi secara komersial pada Januari 2018 mendatang.

"Kami akan lakukan seperti itu (gratis), bisa sebulan sampai akhir tahun. Setelah itu baru komersial,” ujat Didik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (22/11/2017).

Sedangkan untuk harga tiket kereta bandara, saat ini KAI masih melakukan pengkajian besaran tarif yang akan dibebankan kepada penumpang.

“Belum ditetapkan, tapi akan ada kajian antara Rp 75.000 sampai Rp 100.000 (per orang)," ungkapnya.

Menurutnya, dalam satu hari, kereta bandara akan memiliki frekuensi perjalanan sebanyak 80 perjalanan, dan waktu penjemputan dilakukan setiap 15 menit dan 30 menit pada jam sibuk.

Sementara itu, dari sisi persiapan operasional kereta bandara sudah memasuki tahap finalisasi, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana kereta bandara, seperti stasiun hingga rangkaian kereta.

Hanya saja, pada tahap awal, titik keberangkatan kereta bandara dimulai dari Stasiun Sudirman Baru karena Stasiun Manggarai belum rampung pembangunannya.

“Secara prasarana, hari-hari ini kami finalisasi, di (stasiun) Batu Ceper. Maksimal tanggal 25 selesai. Secara sarana, kereta sudah kami terima 10 trainset dari INKA,” jelasnya.

Sebelumnya, uji coba awal pengoperasian kereta bandara dari Jakarta ke Soekarno-Hatta mundur dari rencana awal.

Awalnya kereta bandara, akan diuji coba pada November 2017, tetapi akhirnya mundur menjadi awal Desember 2017.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan uji coba operasional kereta bandara mundur karena adanya penyesuaian sinyal dengan operasional kereta rel listrik (KRL).

"Mungkin kami undur sedikit sampai tanggal 1-2 Desember 2017. Ini kan yang dicek adalah sistemnya terus slotnya, kami cek dengan kereta-kereta yang ada," ujar Budi Karya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X