Pembentukan Holding Pertambangan Dijamin Tak Rugikan Saham Publik

Kompas.com - 24/11/2017, 14:49 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Arviyan Arifin menjamin pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan tidak akan merugikan saham milik publik.

"Rasanya tidak ada kepentingan publik yang terganggu apalagi dirugikan," ujar Arviyan saat konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/11/ 2017).

Menurutnya, pembentukan holding BUMN Pertambangan akan meningkatkan kinerja perusahaan, dan diprediksi akan semakin meningkatkan harga saham masing-masing perusahaan anggota holding.

"Kalau perusahaan kuat, investor akan senang dan akan nyaman, dan akan berdampak positif terhadap harga saham masing-masing perusahaan," jelasnya.

Adapun pembentukan holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan menjadi induk perusahaan BUMN Industri Pertambangan.

Sementara itu, PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk, akan menjadi anak perusahaan atau anggota holding.

Arviyan mengatakan, dengan pembentukan holding tersebut juga akan memberikan penguatan terhadap masing-masing perseroan anggota holding.

"Dengan adanya holding ini kami ingin lebih banyak menguasai sumber batu bara dan mineral, dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera menuntaskan rencana pembentukan holding BUMN Pertambangan.

"Proses holding ini sudah lama dimulai dengan penyerahan roadmap pengembangan BUMN oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, ke Komisi VI DPR pada akhir 2015,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno saat konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.