Gunung Agung Meletus, Malaysia Airlines Batalkan Penerbangan ke Bali

Kompas.com - 27/11/2017, 09:27 WIB
Pesawat Malaysia Airlines menurunkan barang di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/10/2017). Maskapai Malaysia Airlines kembali membuka rute penerbangan Kuala Lumpur - Surabaya selama empat kali seminggu . ANTARA FOTO/Umarul FaruqPesawat Malaysia Airlines menurunkan barang di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/10/2017). Maskapai Malaysia Airlines kembali membuka rute penerbangan Kuala Lumpur - Surabaya selama empat kali seminggu .
|
EditorErlangga Djumena

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Maskapai Malaysia Airlines (MAS) membatalkan seluruh penerbangan ke Bali. Keputusan ini menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali.

Dalam pernyataannya, MAS menyatakan seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Ngurah Rai dibatalkan. Pembatalan itu berlaku efektif sejak hari ini, Senin (27/11/2017).

"Maskapai terus memonitor situasi dan akan menyesuaikan operasional penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Ngurah Rai bila diperlukan," kata MAS dalam pernyataannya seperti dikutip dari The New Straits Times.

Pihak MAS pun menyatakan, karena adanya situasi ini, maka MAS mempersilakan penumpang yang terdampak untuk memperoleh fasilitas pengembalian tiket atau penundaan perjalanan hingga akhir Februari 2018. Perubahan destinasi seperti ke Jakarta, Surabaya, atau destinasi MAS lainnya di kawasan ASEAN juga diperbolehkan.

Baca juga: Bandara Lombok Ditutup Sementara akibat Letusan Gunung Agung

Sebelumnya, maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia pada Minggu (26/11/2017) membatalkan 32 penerbangan dan menyesuaikan jadwal 2 penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok Praya. Penumpang yang terdampak diminta mengecek status penerbangan mereka.

Selain itu, penumpang juga akan diberikan pengumuman melalui alamat surel.

Penumpang yang penerbangannya dibatalkan pun dapat mengubah jadwal penerbangan pada rute yang sama dalam kurun waktu 30 hari kalender sejak jadwal semula tanpa tambahan biaya dan sesuai dengan ketersediaan tempat duduk.

Kompas TV Petugas pos pantau Gunung Agung di jarak 12 kilometer dari kawah mendengar jelas suara dentuman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.