Rhenald Kasali: Disrupsi Akan Semakin Kuat - Kompas.com

Rhenald Kasali: Disrupsi Akan Semakin Kuat

Kompas.com - 07/12/2017, 05:18 WIB
Rhenald Kasali dalam diskusi buku Disruption Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber. Rabu (6/12/17) di Gramedia Matraman, Jakarta TimurKOMPAS.com/NURANDINI ALYA SAM Rhenald Kasali dalam diskusi buku Disruption Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber. Rabu (6/12/17) di Gramedia Matraman, Jakarta Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Rhenald Kasali, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) mengatakan, disrupsisemakin hari semakin menguat. Hal ini sejalan dengan berkembangnya teknologi saat ini. Rhenald menyebut disrupsiakan berlangsung terus menerus dan lama.

"Ini masih panjang, kalau disruption masih panjang, tetapi evolusinya akan berlangsung sangat cepat," tambah Rhenald.

Hal tersebut disampaikan Rhenald dalam diskusi buku Disruption: Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber Rabu (6/12/17) di Gramedia Matraman, Jakarta Timur.

Lebih lanjut Rhenald mengatakan, saat ini hampir semua industri tengah bertarung menghadapi lawan-lawan baru yang masuk tanpa mengikuti pola yang dikenal masyarakat selama ini.

Baca juga: Rhenald: Dunia Tengah Saksikan Runtuhnya Perusahaan-perusahaan Besar

"Mereka (lawan-lawan baru) langsung masuk ke rumah-rumah konsumen, dari pintu-pintu, secara online, melalui smartphone," ucap dia.

Rhenald menyebut, bagi masyarakat yang merayakan perubahan, disrupsi adalah masa depan. Namun, bagi mereka yang sudah nyaman dengan keadaan sekarang dan takut dengan perubahan, mereka akan berpikir bahwa ini adalah awal kepunahan.

Dia mengatakan, seluruh industri yang bergerak di bidang IT akan mengalami disrupsi. Salah satunya adalah drone operator.

Dalam diskusi tersebut Rhenald juga menyebut bahwa daya beli dan uang generasi milenial belum sebesar generasi di atasnya yang lebih mapan. Namun, generasi milenial mendapatkan barang-barang dan jasa-jasa yang jauh lebih murah melalui jalur non-konvensional. Hal ini karena dunia ekonomi tengah mengalami disrupsi.

Baca juga: Efek Disrupsi: ?Besok? Menjadi Hari Ini

 


EditorErlangga Djumena

Close Ads X