Susi Ajak "Move On" Soal Penenggelaman Kapal, Emas Investasi Terbaik, 5 Berita Populer Ekonomi - Kompas.com

Susi Ajak "Move On" Soal Penenggelaman Kapal, Emas Investasi Terbaik, 5 Berita Populer Ekonomi

Kompas.com - 12/01/2018, 07:00 WIB
Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Maluku Said Assagaff.ANTARA FOTO/IZAAC MULYAWAN Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Maluku Said Assagaff.

KOMPAS.com - Masalah pencurian ikan atau illegal fishing jadi perhatian utama masyarakat. Pasalnya, dalam mengatasi illegal fishing, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggunakan langkah penenggelaman kapal serta moratorium kapal besar 30 GT sesuai ketentuan undang-undang.

Catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama 2016 ada 236 kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan. Pada 2017, jumlahnya turun jadi 127 kapal yang ditenggelamkan.

Pada 2017, rinciannya yakni 90 kapal Vietnam, 19 kapal Filipina, 13 kapal Malaysia, satu kapal Thailand, dan empat kapal Indonesia.

Baca juga : Tahun 2017, Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan dari Negara-negara Ini

Pertanyaannya adalah, mengapa Indonesia marak illegal fishing? Menurut KKP, pada 2016 hal itu disebabkan oleh sejumlah hal. Salah satunya adalah kebijakan moratorium penangkapan ikan oleh China.

Moratorium tersebut bertujuan untuk mencegah habisnya stok ikan sekaligus memulihkan kembali sumber daya ikan di perairan tersebut. Thailand, Vietnam, Laos, dan Myanmar juga berencana melakukan langkah serupa.

Dengan demikian, nelayan-nelayan dari negara tersebut tidak dapat melaut dan akhirnya lari ke Indonesia.

Faktor lain, banyak nelayan negara asing yang menganggap wilayah perairan Indonesia sebagai bagian dar wilayah penangkapannya.

Baca juga : Di Markas PBB, Menteri Susi Serukan Dunia Perangi Aksi Pencurian Ikan

Namun, upaya memerangi illegal fishing ini tidak luput dari kritikan. Pro dan kontra muncul terkait kebijakan Menteri Susi menenggelamkan kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.

Tal ayal, silang pendapat terjadi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, serta Susi sendiri.

Menurut Luhut, sanksi penenggelaman kapal sudah cukup dan pada tahun ini kementerian diminta fokus meningkatkan produksi agar jumlah ekspor bisa meningkat.

Selain itu, Luhut juga ingin agar kapal yang terbukti dipakai pada kasus illegal fishing disita dan dijadikan aset negara.

Sedangkan Wapres Kalla menilai penenggelaman kapal cukup sebab Indonesia berupaya menjaga hubungan baik dengan negara lain.

Baca juga : Penenggelaman Kapal ala Susi Dipuji Jokowi, Dikritik JK dan Luhut

Gara-gara kebijakan penenggelaman kapal yang sudah dilakukan tiga tahun terakhir itu, kata Kalla, tak sedikit negara yang protes ke Indonesia.

Selain berita silang pendapat penenggelaman kapal, berita mengenai investasi di 2018 juga diminati. Terutama, investasi emas.

Berikut lima berita populer di Kamis (11/1/2018) yang bisa Anda nikmati kembali pagi ini.

1. Susi Ajak Semua Pihak "Move On" dari Masalah Penenggelaman Kapal

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi membahas perihal penenggelaman kapal seperti yang ramai diperbincangkan beberapa hari belakangan.

Menurut Susi, hal itu sudah jelas melalui pernyataan Presiden Joko Widodo yang akan tetap melakukan hal tersebut sesuai dengan undang-undang.

Baca juga : Susi Ajak Semua Pihak Move On dari Masalah Penenggelaman Kapal

2. Pro Kontra Penenggelaman Kapal di Tataran Elite Pemerintahan

Jokowi menuturkan, dirinya setuju agar Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah komando Susi meningkatkan ekspor ikan karena jumlah ekspor ikan Indonesia menurun.

Namun, mengenai penenggelaman kapal, Jokowi tetap minta itu dilanjutkan sebagai upaya penegakan hukum. Selain itu, penenggelaman kapal juga untuk memberi efek jera bagi pelaku kasus illegal fishing yang marak di wilayah perairan Indonesia.

 Baca juga : Pro Kontra Penenggelaman Kapal di Tataran Elite Pemerintahan

3. Sri Mulyani Ingin agar Kapal Pencuri Ikan Jadi Aset Negara

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, hingga saat ini belum ada satupun kapal yang terbukti mencuri ikan atau illegal fishing sudah menjadi aset negara.

"Untuk sekarang belum tapi nanti kita akan lihat saja sebetulnya strateginya dari Kementerian Perikanan, instruksi Bapak Presiden agar kapal-kapal itu lebih didayagunakan," ujar Sri Mulyani saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Baca juga : Sri Mulyani Ingin agar Kapal Pencuri Ikan Jadi Aset Negara

4. Emas Investasi Terbaik? Simak 3 Strategi Terbaik Berinvestasi Emas

Sepanjang tahun 2017, bila dibandingkan instrumen investasi lain, kinerja pertumbuhan harga emas tergolong paling moncer.

Dalam hal ini adalah emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk atau yang biasa disebut sebagai emas batangan Antam.

Mengutip Harian Kontan, 30 Desember 2017, tercatat pertumbuhan harga emas batangan Antam sepanjang tahun 2017 mencapai 25,75 persen.

Baca juga : Emas Investasi Terbaik? Simak 3 Strategi Terbaik Berinvestasi Emas

5. Bunga Deposito Bank Makin Loyo Tahun Ini, Investasi Ke Mana Enaknya?

Bukan rahasia lagi bila orang Indonesia kebanyakan berkarakter konservatif bila berurusan dengan uang dan investasi. Konservatif artinya, banyak orang yang tidak berani mengambil risiko besar dengan menginvestasikan uangnya di produk yang lebih tepat.

Itulah mengapa mayoritas orang Indonesia banyak yang memilih mengembangkan dana di produk deposito perbankan.

Baca juga : Bunga Deposito Bank Makin Loyo Tahun Ini, Investasi Ke Mana Enaknya?


EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X