Tahun 2017, Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan dari Negara-negara Ini

Kompas.com - 11/01/2018, 16:01 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memimpin penenggelaman 33 kapal asing pencuri ikan di perairan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (29/10/2017). Di sela-sela kunjungan kerja dan memimpin penenggelaman kapal di Natuna, Menteri Susi melakukan piknik mendadak di Pantai Sindu, salah satu pantai berbatu raksasa di Pulau Ranai. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memimpin penenggelaman 33 kapal asing pencuri ikan di perairan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (29/10/2017). Di sela-sela kunjungan kerja dan memimpin penenggelaman kapal di Natuna, Menteri Susi melakukan piknik mendadak di Pantai Sindu, salah satu pantai berbatu raksasa di Pulau Ranai.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2017, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti telah melakukan penenggelaman lebih dari seratus kapal pelaku pencurian ikan (illegal fishing).

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mencatat ada 127 kapal pelaku illegal fishing  yang ditenggelamkan pada 2017. Kapal tersebut berasal dari empat negara di luar Indonesia dan juga ada kapal dari Indonesia.

"Rincian 90 kapal Vietnam, 19 kapal Filipina, 13 kapal Malaysia, satu kapal Thailand, dan empat kapal Indonesia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP Nilanto Perbowo saat menyampaikan capaian kinerja di gedung KKP, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Nilanto menjelaskan, penenggelaman kapal itu sudah melalui proses hukum yang berlaku di Indonesia untuk kasus illegal fishing. Dalam melaksanakan penenggelaman kapal, pihaknya berkoordinasi dengan aparat dari TNI dan Polri serta Satuan Tugas (Satgas) 115 dari KKP yang fokus pada pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal.

Baca juga: Pro Kontra Penenggelaman Kapal di Tataran Elite Pemerintahan

Bersamaan dengan penenggelaman kapal dalam kasus illegal fishing, KKP juga turut mengamankan nahkoda dan kepala kamar mesin sebagai tersangka. Sementara, anak buah kapal (ABK) yang diamankan tidak ditahan, melainkan dipulangkan atau dideportasi ke negara asalnya.

Nilanto menyebutkan, sepanjang 2017, Ditjen PSDKP menangani kasus illegal fishing yang melibatkan 1.415 ABK asing, dengan rincian 1.127 ABK dideportasi dan 288 lainnya diproses lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari 288 ABK yang diproses, sebanyak 160 orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan 128 orang lainnya masih menjalani proses penyelidikan.

Sejalan dengan ketetapan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Nilanto memastikan pihaknya akan terus memberantas illegal fishing di perairan Indonesia pada 2018. Untuk mempermudah pengawasan, Ditjen PSDKP akan melibatkan masyarakat untuk dijadikan Kelompok Masyarakat Pengawas dengan target 1.000 orang.

Baca juga: Susi: Yang Keberatan dengan Penenggelaman Kapal Silakan Usul ke Presiden

Kompas TV Penyematan brevet ini sekaligus pengukuhan nama KRI I Gusti Ngurah Rai oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.