Pekerjaan Rumah Sektor Pariwisata dan Urgensi UU KEK Pariwisata

Kompas.com - 14/01/2018, 08:56 WIB
Sejumlah wisatawan melintasi dermaga Kampung Nelayan saat akan berwisata ke Pulau Liungan, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Kamis (28/9/2017). Segala keindahan dari Tanjung Lesung membuat pemerintah menetapkan kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Banten. ANTARA FOTO/YUSRAN UCCANGSejumlah wisatawan melintasi dermaga Kampung Nelayan saat akan berwisata ke Pulau Liungan, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Kamis (28/9/2017). Segala keindahan dari Tanjung Lesung membuat pemerintah menetapkan kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Banten.
EditorLaksono Hari Wiwoho

PROSPEK sektor pariwisata kian bersinar. Peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang cukup bombastis (menjadi kontributor kedua setelah crude palm oil atau CPO) meyakinkan kita bahwa sektor pariwisata adalah sektor masa depan bagi Indonesia.

Lebih dari itu, peningkatan kunjungan dari tahun lalu yang tercatat kira-kira 25 persen pun menjadi pertanda nyata untuk kita semua bahwa sektor pariwisata sejatinya mampu menjadi quick win pemerintah dalam menggenjot angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, pemerintah sangat perlu melakukan beberapa hal untuk mendorong sektor ini agar lebih bersinar di tahun-tahun mendatang.

Pertama, menunjukkan keseriusan dalam membangun aksesibilitas ke destinasi-destinasi utama pariwisata. Akses transportasi darat dengan jalan yang mulus hingga transportasi udara, di semua kota yang menjadi gate way destinasi wisata unggulan, tentu menjadi imperatif yang tak bisa ditawar.

Selain ada penerbangan langsung dari luar negeri yang kemudian dilayani petugas imigrasi dengan baik di bandara tujuan, operasi bandara di daerah wisata harus diperpanjang hingga tengah malam, misalnya, dari saat ini yang sore hari sudah tutup.

Pelabuhan laut juga harus dibangun senyaman mungkin, dipisahkan antara pelabuhan kapal penumpang dan pelabuhan kontainer. Separasi semacam ini dinilai sangat perlu untuk daerah-daerah yang menjadi destinasi pariwisata bahari.

Selain itu, harus dibangun pula semacam marina yang besar dan modern, dilengkapi dengan semua fasilitas memadai mulai dari hotel, wahana bermain, pusat belanja, pusat kuliner, hingga tempat ibadah dan rumah sakit.

Kedua, memperkuat atraksi wisata, yakni seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau pun hiburan yang merupakan daya tarik utama bagi para wisatawan.

Event berkelas internasional maupun nasional perlu diperbanyak dan secara rutin digelar, seperti Tour de Flores (TdF) yang digelar pada tahun ini. Ajang balap sepeda bergengsi tersebut juga menyajikan kunjungan tak terlupakan, seperti ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo, habitat satu-satunya komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia.

Selain itu, pemerintah juga perlu menggandeng para pekerja seni maupun lembaga-lembaga pendidikan kesenian formal dan informal. Kearifan, keramahan, dan tradisi yang berakar kuat dalam kehidupan masyarakat lokal akan menjadi daya tarik yang melekat dalam kenangan para wisman.

Memberikan pengalaman unik dan baru kepada wisatawan adalah nilai tambah yang kerap kali terlupakan oleh banyak pelaku bisnis pariwisata. Padahal, pengalaman (tourism experiences) sangat bisa dijadikan comparative sekaligus competitive advantages bagi destinasi-destinasi di daerah karena faktor keunikan yang nyaris tak sama antardaerah di Indonesia akan melahirkan experiences yang berbeda pula.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X