Dony Oskaria
Komisaris Garuda Indonesia

Komisaris Garuda Indonesia, Ketua Pokja Pariwisata Nasional Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia

Pekerjaan Rumah Sektor Pariwisata dan Urgensi UU KEK Pariwisata

Kompas.com - 14/01/2018, 08:56 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorLaksono Hari Wiwoho

PROSPEK sektor pariwisata kian bersinar. Peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang cukup bombastis (menjadi kontributor kedua setelah crude palm oil atau CPO) meyakinkan kita bahwa sektor pariwisata adalah sektor masa depan bagi Indonesia.

Lebih dari itu, peningkatan kunjungan dari tahun lalu yang tercatat kira-kira 25 persen pun menjadi pertanda nyata untuk kita semua bahwa sektor pariwisata sejatinya mampu menjadi quick win pemerintah dalam menggenjot angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, pemerintah sangat perlu melakukan beberapa hal untuk mendorong sektor ini agar lebih bersinar di tahun-tahun mendatang.

Pertama, menunjukkan keseriusan dalam membangun aksesibilitas ke destinasi-destinasi utama pariwisata. Akses transportasi darat dengan jalan yang mulus hingga transportasi udara, di semua kota yang menjadi gate way destinasi wisata unggulan, tentu menjadi imperatif yang tak bisa ditawar.

Selain ada penerbangan langsung dari luar negeri yang kemudian dilayani petugas imigrasi dengan baik di bandara tujuan, operasi bandara di daerah wisata harus diperpanjang hingga tengah malam, misalnya, dari saat ini yang sore hari sudah tutup.

Pelabuhan laut juga harus dibangun senyaman mungkin, dipisahkan antara pelabuhan kapal penumpang dan pelabuhan kontainer. Separasi semacam ini dinilai sangat perlu untuk daerah-daerah yang menjadi destinasi pariwisata bahari.

Selain itu, harus dibangun pula semacam marina yang besar dan modern, dilengkapi dengan semua fasilitas memadai mulai dari hotel, wahana bermain, pusat belanja, pusat kuliner, hingga tempat ibadah dan rumah sakit.

Kedua, memperkuat atraksi wisata, yakni seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau pun hiburan yang merupakan daya tarik utama bagi para wisatawan.

Event berkelas internasional maupun nasional perlu diperbanyak dan secara rutin digelar, seperti Tour de Flores (TdF) yang digelar pada tahun ini. Ajang balap sepeda bergengsi tersebut juga menyajikan kunjungan tak terlupakan, seperti ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo, habitat satu-satunya komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia.

Selain itu, pemerintah juga perlu menggandeng para pekerja seni maupun lembaga-lembaga pendidikan kesenian formal dan informal. Kearifan, keramahan, dan tradisi yang berakar kuat dalam kehidupan masyarakat lokal akan menjadi daya tarik yang melekat dalam kenangan para wisman.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.