Tahun Ini, IHSG Diprediksi Tembus Level 7.000 - Kompas.com

Tahun Ini, IHSG Diprediksi Tembus Level 7.000

Kompas.com - 14/01/2018, 15:17 WIB
Pengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup dengan mengesankan pada akhir tahun 2017 lalu, yakni pada rekor baru 6.355,65. Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas Andri Ngaserin mengungkapkan, ini sejalan dengan perkiraan pihaknya yang memperkirakan IHSG akan di kisaran 6.300. 

Perbaikan makro ekonomi yang tercermin pada nilai tukar rupiah yang relatif stabil, diiringi penurunan suku bunga acuan serta fiskal yang terjaga menjadi salah satu faktor yang membuat indeks melaju cukup kencang menjelang akhir 2017.

"Ditambah lagi, berlanjutnya pembangunan infrastruktur serta harga komoditas yang stabil naik termasuk harga batu bara," kata Andri dalam pernyataan resminya, Minggu (14/1/2018).

Memasuki tahun 2018, Andri memandang pasar saham Indonesia akan mencari keseimbangan. Untuk jangka menengah dan panjang, Bahana menilai pasar saham Indonesia sangat optimis karena dukungan bonus demografi serta pemerintah masih akan melanjutkan reformasi struktural. 

Baca juga: Ditutup Jokowi, IHSG Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah BEI

"Tahun ini pasar akan mencari keseimbangan antara stabilitas makroekonomi yang terjaga dengan beberapa faktor risiko yang membayangi, yakni trend kenaikan harga minyak dunia, perhelatan pilkada serentak di dalam negeri serta kebijakan investasi pemerintah China," ujar Andri. 

Adapun Bahana memperkirakan IHSG akan berada pada kisaran level 7.000 sepanjang tahun 2018. 

Hal positif yang akan mewarnai pasar dan perekonomian sepanjang 2018 adalah berlanjutnya belanja infrastruktur dan dana subsidi untuk sosial serta dana-dana kampanye yang biasanya meningkat menjelang Pilkada serta Pilpres akan meningkatkan konsumsi masyarakat.

"Ditambah lagi harga komoditas global yang stabil meningkat khususnya harga batu bara akan memberi multiplier effect terhadap perekonomian," sebut Andri.


EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X