Kudus Panen Raya, BULOG Diharapkan Serap Gabah Petani

Kompas.com - 24/01/2018, 14:54 WIB
EditorKurniasih Budi

KOMPAS.com - Panen raya padi di Kudus, Jawa Tengah dimulai Januari 2018. Panen raya tersebut berimbas turunnya harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sekitar Rp 800/kilogram.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistyanto, mengatakan harga GKP awal Januari Rp. 6.000-6.300/kilogram (kg), namun sekarang turun menjadi Rp. 5.900/kg (combine) dan Rp 5.500/kg (manual). 

Pada panen raya di lahan padi seluas 516 hektar di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus pada Selasa (23/1/2018) lalu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga hadir. Sebelum menghadiri panen raya di Kecamatan Undaan, Kudus, Andi Amran Sulaiman memantau pertanaman padi dan sebaran panen di Jawa Tengah menggunakan dua helikopter.

Panen padi di Kabupaten Kudus didominasi varietas ciherang dan IR64 dengan produktivitas 7-8 ton per hektar. Panen Januari 2018 mencakup lahan seluas 1.730 hektar atau setara 6.228 ton beras, panen Februari akan mencakup lahan 7.163 hektar atau setara 25.780 ton beras, dan panen Maret akan mencakup lahan seluas 2.293 hektar atau setara 8.251 ton beras.

Baca: Ganjar: Pemerintah Seharusnya Hitung Potensi Panen sebelum Impor Beras

Bila dibandingkan dengan konsumsi penduduk ‎841.499 jiwa dibutuhkan 6.513 ton beras per bulan. Dengan demikian, pada Februari akan terjadi surplus 19.267 ton beras dan Maret surplus 1738 ton. "Ini bukan ilusi panen, harga gabah mulai turun," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Astuti, mengatakan panen padi Provinsi Jawa Tengah per Januari 2018 seluas 109 ribu hektar, Februari 2018 seluas 329 ribu hektar, dan Maret seluas 293,6 ribu hektar.

Sementara, produksi Januari adalah 613 ribu ton GKG setara 370 ribu ton beras, Februari 1.92 juta ton GKJG setara beras 1,16 juta ton beras dan Maret 1,73 juta ton GKG setara 1,05 juta ton beras.

Selanjutnya, konsumsi beras penduduk Jawa Tengah sejumlah 34,49 juta jiwa adalah 267 ribu ton beras per bulan. Dengan dasar perhitungan itu, pada Januari terjadi surplus beras 102 ribu ton, Februari surplus 891 ribu ton, dan Maret surplus 778 ribu ton beras.

Selain itu, harga gabah mulai turun dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 5.300/kg. “Kami berharap BULOG mampu menyerap gabah petani dan petani tidak butuh impor,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Spend Smart
Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Whats New
Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Earn Smart
Saat 'Green Energy' Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Saat "Green Energy" Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Whats New
G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

Whats New
Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Earn Smart
Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Whats New
MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

Whats New
Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Whats New
Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Whats New
Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Whats New
KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

Whats New
Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Rilis
BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi 'BTN Bisnis', Targetnya Rp 7 Triliun

BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi "BTN Bisnis", Targetnya Rp 7 Triliun

Whats New
Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.