Registrasi Kartu SIM Mengancam Pendapatan Operator Telekomunikasi

Kompas.com - 02/02/2018, 19:44 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksanaan aturan mengenai registrasi pelanggan telekomunikasi menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) berpotensi membuat pertumbuhan operator telekomunikasi, salah satunya XL Axiata, pada tahun ini anjlok.

Direktur Keuangan XL Axiata (XL) Mohamed Adlan Ahmad Tajudin mengatakan, ancaman tersebut terkait dengan jumlah pelanggan yang belum melakukan daftar ulang dan terancam diputus.

"Enforcement pre-paid itu agak drastis, akan ada impact ke industri, karena handset yang belum didaftarkan akan dimatikan," ujarnya dalam paparan kinerja XL 2017 di kantornya, Jumat (2/2/2018).

"(Kalau sampai dimatikan) industri akan turun, tapi kalau tidak terjadi industri diprediksi akan tumbuh mid to high single digit," imbuhnya.

Jumlah total pelanggan XL di kuartal IV-2017 ini mencapai 53,5 juta orang. Menurut Adlan, dari total tersebut baru setengahnya yang sudah mendaftar ulang menggunakan KTP dan KK.

Karena itu, jika pemerintah bertindak keras dalam menegakkan aturan registrasi prabayar, pendapatan XL juga akan terpukul. "Bagaimana menggantinya kalau setengah itu dimatikan?" ujarnya.

Namun, di sisi lain, bila pada tanggal jatuh tempo nanti, yakni 28 Februari 2018, ternyata pemerintah memberi kelonggaran, pertumbuhan pendapatan perusahaan diperkirakan meningkat.

"Tahun 2018 prediksinya revenue inline industry, single digit mid to high. Ya, tergantung registrasi prabayar nanti," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mewajibkan agar pengguna layanan telekomunikasi mendaftarkan kartu SIM menggunakan KTP dan KK. Tenggat waktu pendaftaran dipatok pada 28 Februari 2018.

Bila melebihi tanggal tersebut pengguna belum mendaftarkan dirinya, kartu SIM yang selama ini digunakan akan diblokir secara bertahap. Pemblokiran mulai dari pemutusan layanan telepon, SMS, hingga mematikan nomor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.