Budhi Wibowo

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I)

Kenaikan Nilai Ekspor Produk Perikanan RI Bukan Indikasi Kebangkitan Industri Perikanan

Kompas.com - 08/02/2018, 11:15 WIB
Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Rabu (5/2/2014). Ikan-ikan tersebut delanjutnya dibawa ke pabrik pengolahan ikan untuk sebelum diekspor dalam bentuk olahan. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Rabu (5/2/2014). Ikan-ikan tersebut delanjutnya dibawa ke pabrik pengolahan ikan untuk sebelum diekspor dalam bentuk olahan.

Berdasarkan data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, volume ekspor perikanan Indonesia saat ini turun lebih dari 15 persen jika dibandingkan tahun 2014, yaitu dari sekitar 1,3 juta ton pada tahun 2014 turun menjadi sekitar 1,1 juta ton pada tahun 2017. 

Data dari kementrian perindustrian menyebutkan bahwa utilitas industri pengolahan perikanan secara nasional juga sangat rendah yaitu sekitar 53 persen.

Penurunan volume ekspor Indonesia dan rendahnya utilitas industri merupakan indikasi kuat bahwa kondisi industri perikanan nasional saat ini sangat memprihatinkan.

Ironi

Kondisi  memprihatinkan tersebut merupakan suatu ironi. Presiden pada pertangan tahun 2016 telah mengeluarkan  Inpres 7 2016 tentang percepatan pembangunan industri perikanan nasional, namun sampai saat ini Industri perikanan nasional tidak menunjukkan tanda-tanda kondisinya akan membaik.

Sudah saatnya bagi Presiden  turun tangan menekan para pembantunya agar segera menjalankan Inpres tersebut sehingga Industri perikanan nasional bisa tumbuh kembali dengan cepat sesuai yang diharapkan oleh presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.