Cerita Menteri Susi Gagal Bangun Ocean Center karena Illegal Fishing

Kompas.com - 10/02/2018, 14:42 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berolahraga paddle board di sela kunjungannya ke Natuna, Minggu (28/1/2018) KOMPAS.com/ YOGA HASTYADI WIDIARTANTOMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berolahraga paddle board di sela kunjungannya ke Natuna, Minggu (28/1/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan mimpinya ingin membangun suatu ocean center di Indonesia. Keinginannya itu muncul saat dia masih menjadi pengusaha.

Menteri yang kerap berpenampilan nyentrik ini menjelaskan, ocean center merupakan suatu pusat tempat penjualan barang atau produk yang mendukung kegiatan kelautan dan perikanan.

"Jadi mulai dari jualan perahu,jetski sampai ikan. Mimpinya begitu, dan terbangun beberapa lantai," kata Susi saat acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Namun, mimpi Menteri Susi saat itu tidak terwujud karena banyak ikan yang menghilang di perairan Indonesia. Sehingga, wanita asal Pangandaran ini beralih ke bisnis penerbangan dengan mendirikan maskapai penerbangan Susi Air.

Baca juga : Tak Bisa Paddling di Jakarta, Menteri Susi Omeli Ahok dan Anies...

Saat itu, Menteri Susi , tidak mengetahui kenapa banyak ikan yang menghilang di perairan Indonesia. Setelah diusut, akhirnya Menteri Susi tau hilangnya ikan di perairan Indonesia karena kapal asing yang melakukan penangkapan ilegal.

"Ternyata pemerintah menjual izin kepada kapal asing, akhirnya tidak ada ikan lagi," ujar dia.

Setelah menjadi Menteri, Susi melarang kapal asing melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Jika tetap menangkap ikan secara ilegal, kapal asing akan ditenggelamkan. 

"Sekarang kita sudah mulai kembali, masyarakat harus ramai-ramai, ikan satu-satunya yang tidak ada kartel saat ini karena Presiden komit, perikanan tangkap hanya untuk nelayan, kapal indonesia," ujar dia. 

Baca juga : Menteri Susi Yakin Pemprov DKI Jakarta Bisa Jaga Kebersihan Pasar Ikan Modern

Saat ini, Susi juga sedikit demi sedikit mewujudkan mimpinya terdahulu dengan membuat pasar ikan modern Muara Baru di Jakarta. 

Dengan adanya pasar ikan modern, Susi berharap meningkatkan masyarakat untuk berkunjung ke pasar ikan, membeli ikan, dan mengkonsumsi ikan. 

"Pasar ikan modern saya harapkan satu titik tolak pembangunan yang lebih ramah kepada masyarakat, lebih ramah kepada pedagang dan yang lebih ramah kepada semua stakeholder," ujar dia. 

Pasar Ikan Modern Muara Baru akan dibangun dengan konsep higienis dan modern "one stop shopping" aneka produk perikanan. Pasar ikan ini dibangun di atas lahan seluas 22.444 meter persegi milik KKP. 

Pengerjaan pembangunan pasar ikan akan dilakukan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk selama 1 tahun dengan target penyelesaian pada Desember 2018. 

Baca juga : Menteri Susi Yakin Pemprov DKI Jakarta Bisa Jaga Kebersihan Pasar Ikan Modern

Investasi pembangunan pasar ikan ini memakan biaya sebesar Rp 150,6 miliar yang bersumber dari dana APBN.

Pasar Ikan Modern Muara Baru direncanakan akan berisi 900 lapak basah, 69 kios pasar kering, 18 kios pancing, dan 68 kios ikan segar. 

Pasar ikan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung antara lain chiling room, ice storage, layanan perbankan, klinik kesehatan, wisata kuliner, laboratorium, masjid, pengepakan ikan, gardu PLN, dan instalasi pengelolaan air limbah.

Kompas TV Presiden Jokowi akan membahas pelarangan cantrang bersama perwakilan nelayan dan juga Menteri Susi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.