Kemenperin Persiapkan Roadmap Menuju Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 21/02/2018, 07:00 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bakal segera memulai sosialisasi roadmap untuk mendorong sejumlah kategori industri agar siap bergerak menuju revolusi industri 4.0.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan oleh industri agar pada saatnya nanti industri bisa tumbuh makin besar serta berkontribusi positif pada perekonomian.

“Tahun 2018 ini kami akan melakukan sosialisasi besar-besaran untuk industri 4.0. Ada sejumlah kriteria yang perlu dipenuhi industri untuk menujuk ke sana,” jelasnya saat ditemui usai memberi kuliah umum mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Selasa (20/2/2018).

Baca juga : Jokowi Minta Industri Keuangan Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dia menjelaskan prasyarat yang harus dipenuhi oleh industri antara lain berupa ketersediaan sumber daya listrik yang melimpah, murah, dan kontinyu; serta ketersediaan infrastruktur jaringan internet dengan bandwidth yang cukup besar dan jangkauan luas (wide coverage).

Selanjutnya, dibutuhkan juga data center dengan kapasitas penyimpanan yang cukup banyak, aman dan terjangkau; ketersediaan infrastruktur logistik modern; lalu kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung kebutuhan industri sesuai dengan karakter industri 4.0.

"Kami juga mengembangkan roadmap, untuk menuju revolusi industri 4.0, sehingga pada 2030 bisa Indonesia bisa masuk negara top 10 terbesar di perekonomian dunia," jelas Ngakan

Adapun saat ini Kemenperin sudah membuat program pendidikan vokasi yang mengusung konsep link and match antara industri dan SMK. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni sesuai kebutuhan mendatang.

Baca juga : Ini Strategi Indonesia Masuk Revolusi Industri 4.0

"Kami juga punya beberapa balai diklat yang bisa dipakai oleh industri untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerjanya,” imbuhnya.

Apa itu revolusi industri 4.0?

Revolusi industri 4.0 adalah istilah yang pertama kali muncul di Jerman pada tahun 2011.

Pada pertemuan World Economic Forum 2015, Kanselir Jerman Angela Merkel menjelaskan, revolusi industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri.

Efek revolusi tersebut adalah meningkatnya efisiensi produksi karena menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, serta perubahan komposisi lapangan kerja.

Ada kebutuhan tenaga kerja baru yang tumbuh pesat, sekaligus ada kebutuhan tenaga kerja lama yang tergantikan oleh mesin. 

Kompas TV PT. Astra International TBK ikut dalam deretan investor raksasa yang menyuntikkan dananya di perusahaan rintisan Go-Jek.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Inflasi Indonesia di Bawah Rata-rata ASEAN dan Negara Maju

Jokowi: Inflasi Indonesia di Bawah Rata-rata ASEAN dan Negara Maju

Whats New
Soal Kenaikan Harga Pertalite, Menteri ESDM: Masih Dibahas

Soal Kenaikan Harga Pertalite, Menteri ESDM: Masih Dibahas

Whats New
Ikut Gamescom 2022, Sandiaga Uno Targetkan Rp 60 Miliar

Ikut Gamescom 2022, Sandiaga Uno Targetkan Rp 60 Miliar

Whats New
Ingin Merdeka Finansial di Usia Muda? Simak 6 Tips Berikut

Ingin Merdeka Finansial di Usia Muda? Simak 6 Tips Berikut

Spend Smart
Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi: UMKM Harus Terus Didukung agar Naik Kelas

Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi: UMKM Harus Terus Didukung agar Naik Kelas

Whats New
Melenggang di Zona Hijau, Sesi I IHSG Ditutup Menguat ke 7.103,58

Melenggang di Zona Hijau, Sesi I IHSG Ditutup Menguat ke 7.103,58

Whats New
Kemenkominfo Dorong Pelaku UMKM Disabilitas Terlibat di Ekonomi Digital

Kemenkominfo Dorong Pelaku UMKM Disabilitas Terlibat di Ekonomi Digital

Whats New
Lepas 8.600 Ton Konsentrat Tembaga Milik Freeport, Bahlil: Harapannya agar 'Multiplier Effects'

Lepas 8.600 Ton Konsentrat Tembaga Milik Freeport, Bahlil: Harapannya agar "Multiplier Effects"

Whats New
Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik, tapi Tetap Harus Waspada

Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik, tapi Tetap Harus Waspada

Whats New
Jokowi: Tingkatkan Nilai Ekspor, Hilirisasi dan Industrialisasi SDA Harus Terus Dilakukan

Jokowi: Tingkatkan Nilai Ekspor, Hilirisasi dan Industrialisasi SDA Harus Terus Dilakukan

Whats New
Sandiaga Uno: Tidak Semua Destinasi Wisata Alami Kenaikan Tarif

Sandiaga Uno: Tidak Semua Destinasi Wisata Alami Kenaikan Tarif

Whats New
Menaker: Tidak Ada Negara Berhasil Tarik Investasi Tanpa Tenaga Kerja Produktif dan Talenta

Menaker: Tidak Ada Negara Berhasil Tarik Investasi Tanpa Tenaga Kerja Produktif dan Talenta

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Masih Tertekan

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Masih Tertekan

Whats New
Subsidi Pertalite, Solar, Elpiji Lebih dari Rp 502 Triliun, Ketua MPR RI: Tidak Ada Negara yang Berikan Sebesar Itu

Subsidi Pertalite, Solar, Elpiji Lebih dari Rp 502 Triliun, Ketua MPR RI: Tidak Ada Negara yang Berikan Sebesar Itu

Whats New
Anjlok Tajam, Simak Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian

Anjlok Tajam, Simak Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.