Kemenperin Persiapkan Roadmap Menuju Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 21/02/2018, 07:00 WIB
Suasana di salah satu booth di ajang Dell EMC World 2016 yang digelar di Austin Convention Center, Austin, Texas, Amerika Serikat, Kamis (20/10/2016). Virtual reality dan augmented reality telah menjadi penanda zaman menuju revolusi industri berikutnya. KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN Suasana di salah satu booth di ajang Dell EMC World 2016 yang digelar di Austin Convention Center, Austin, Texas, Amerika Serikat, Kamis (20/10/2016). Virtual reality dan augmented reality telah menjadi penanda zaman menuju revolusi industri berikutnya.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) menyatakan bakal segera memulai sosialisasi roadmap untuk mendorong sejumlah kategori industri agar siap bergerak menuju revolusi industri 4.0.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan oleh industri agar pada saatnya nanti industri bisa tumbuh makin besar serta berkontribusi positif pada perekonomian.

“Tahun 2018 ini kami akan melakukan sosialisasi besar-besaran untuk industri 4.0. Ada sejumlah kriteria yang perlu dipenuhi industri untuk menujuk ke sana,” jelasnya saat ditemui usai memberi kuliah umum mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Selasa (20/2/2018).

Baca juga : Jokowi Minta Industri Keuangan Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dia menjelaskan prasyarat yang harus dipenuhi oleh industri antara lain berupa ketersediaan sumber daya listrik yang melimpah, murah, dan kontinyu; serta ketersediaan infrastruktur jaringan internet dengan bandwidth yang cukup besar dan jangkauan luas (wide coverage).

Selanjutnya, dibutuhkan juga data center dengan kapasitas penyimpanan yang cukup banyak, aman dan terjangkau; ketersediaan infrastruktur logistik modern; lalu kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung kebutuhan industri sesuai dengan karakter industri 4.0.

"Kami juga mengembangkan roadmap, untuk menuju revolusi industri 4.0, sehingga pada 2030 bisa Indonesia bisa masuk negara top 10 terbesar di perekonomian dunia," jelas Ngakan

Adapun saat ini Kemenperin sudah membuat program pendidikan vokasi yang mengusung konsep link and match antara industri dan SMK. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni sesuai kebutuhan mendatang.

Baca juga : Ini Strategi Indonesia Masuk Revolusi Industri 4.0

"Kami juga punya beberapa balai diklat yang bisa dipakai oleh industri untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerjanya,” imbuhnya.

Apa itu revolusi industri 4.0?

Revolusi industri 4.0 adalah istilah yang pertama kali muncul di Jerman pada tahun 2011.

Pada pertemuan World Economic Forum 2015, Kanselir Jerman Angela Merkel menjelaskan, revolusi industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri.

Efek revolusi tersebut adalah meningkatnya efisiensi produksi karena menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, serta perubahan komposisi lapangan kerja.

Ada kebutuhan tenaga kerja baru yang tumbuh pesat, sekaligus ada kebutuhan tenaga kerja lama yang tergantikan oleh mesin. 

Kompas TV PT. Astra International TBK ikut dalam deretan investor raksasa yang menyuntikkan dananya di perusahaan rintisan Go-Jek.




Close Ads X