Revolusi Industri 4.0 Memangkas Sekaligus Memunculkan Pekerjaan Baru

Kompas.com - 21/02/2018, 12:01 WIB
Ilustasi ktsimageIlustasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Pengembangan dan Penelitian Industri, Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir soal revolusi industri 4.0 yang bakal memangkas kebutuhan tenaga kerja.

Pasalnya, yang mungkin terjadi nanti hanyalah pergeseran saja. Ketika kebutuhan tenaga kerja pada satu sisi terpangkas, kemudian akan tumbuh kebutuhan tenaga kerja lain yang sesuai dengan revolusi tersebut.

Hal itu disampaikan Ngakan saat ditemui ditemui usai memberi kuliah umum mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Selasa (20/2/2018).

"Yang banyak dikhawatirkan orang adalah revolusi industri 4.0 akan mengurangi tenaga kerja. Tapi pada dasarnya ini malah akan membuka kesempatan kerja yang luas lebih luas," terangnya.  

Baca juga : Sekitar 50 Juta Pekerjaan di Indonesia Akan Hilang dalam Beberapa Waktu ke Depan

Ngakan mengakui ada kemungkinan pengurangan tenaga kerja dalam industri manufaktur. Namun jumlahnya hanya sedikit.

Adapun pengurangan itu terjadi sebagai adanya otomatisasi atau pemanfaatan robot dalam proses produksi industri manufaktur.

"Memang kalau di manufaktur akan ada pengurangan tenaga kerja sedikit. Tapi di tempat lain bakal muncul peningkatan penyerapan tenaga kerja," jelasnya.

Kebutuhan tenaga kerja yang tumbuh itu, antara lain di dalam hal logistik, riset dan pengembangan, branding, serta distribusi. "Begitu juga kebutuhan tenaga kerja di sektor IT," pungkasnya.

Baca juga : Jepang Ganti Petani dengan Robot di Masa Depan

Roadmap Revolusi Industri

Revolusi industri 4.0 adalah istilah yang pertama kali muncul di Jerman pada tahun 2011. Pada pertemuan World Economic Forum 2015, Kanselir Jerman Angela Merkel menjelaskan, revolusi industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri.

Efek revolusi tersebut adalah meningkatnya efisiensi produksi karena menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, serta perubahan komposisi lapangan kerja.

Ada kebutuhan tenaga kerja baru yang tumbuh pesat, sekaligus ada kebutuhan tenaga kerja lama yang tergantikan oleh mesin.

Kemenperin telah menyiapkan roadmap revolusi industri 4.0 hingga tahub 2030. Rencananya roadmap itu akan mulai disosialisasikan pada 2018 ini, dan menitikberatkan dukungan pada industri yang punya efek ekonomi besar, yaitu Makanan dan Minuman, Tekstil, Kimia dan Peralatan Kimia, Otomotif, serta Elektronik.

Kompas TV Radio Ini Bisa Deteksi “Mood” Pemiliknya

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X