Resmi, Jaringan Satelit BRI Juga Dipakai TNI

Kompas.com - 06/03/2018, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satelit BRISat milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kini juga dimanfaatkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mabes TNI menggunakan jaringan BRISat untuk jalur komunikasi dengan pangkalan udara di daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T) Indonesia. 

Peluncuran uji coba pemanfaatan jaringan BRISat dilakukan oleh Direktur Utama BRI Suprajarto dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Menurut Suprajarto, satelit BRI kini tak hanya berperan dalam perekonomian, namun juga dalam menjaga kedaulatan bangsa. 

“Ini sesuai dengan visi kami saat menggagas ide memiliki satelit, dimana pemanfaatannya tidak hanya digunakan oleh BRI, namun digunakan untuk kepentingan negara,” ujar Suprajarto dalam pernyataan resmi.

Baca juga: Data Nasabah Diduga Bocor, Ini Penjelasan BRI

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2017 lalu BRI telah menyerahkan pemanfaatan 4 slot transponder BRISat kepada 5 Kementerian dan Lembaga Negara Indonesia. Kementerian dan Lembaga Negara tersebut diantaranya yakni Kepolisian Negara RI, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Badan Intelijen Negara RI, Badan Keamanan Laut dan Kementerian Keuangan RI. 

BRI di bawah koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sebagai regulator di bidang telekomunikasi, memberikan 4 transponder BRISat yang terdiri dari 2 transponder C-band dan 2 transponder Ku-band, masing masing setara 36 MHz kepada sejumlah kementerian dan lembaga tersebut.

BRISat telah dimanfaatkan  BRI untuk menyediakan jaringan komunikasi bagi agen BRILink di daerah pedalaman Papua, sehingga mampu mendukung kebijakan BBM Satu Harga yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Keberadaan agen BRILink di wilayah Pegunungan Arfak membuat pengelola pangkalan BBM dan masyarakat kini tak perlu menempuh medan yang berat (offroad) menggunakan mobil double gardan atau 4WD menuju akses perbankan terdekat di kecamatan Trafi yang berlokasi sekira 4 jam perjalanan. 

Biaya yang dikeluarkan untuk transportasi pun cukup besar, mencapai  Rp 500.000 hingga Rp 1 juta untuk pulang pergi. Dengan adanya agen BRILink yang didukung jaringan BRIsat, BRI berhasil mendekatkan akses keuangan di wilayah 3T sekaligus menyukseskan kebijakan pemerintah.

Melalui BRIsat, masyarakat akan merasakan semakin meningkatnya fungsi intermediasi keuangan BRI sehingga pembangunan ekonomi akan terwujud lebih merata, menjangkau daerah-daerah terpencil yang selama ini belum tersentuh akses keuangan dan perbankan. 

“Semakin luasnya penetrasi inklusi dan literasi keuangan ini akan membuat keberadaan BRI semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok negeri,” sebut Suprajarto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Smartpreneur
Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Whats New
Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Spend Smart
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Whats New
Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Whats New
BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

Whats New
Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Rilis
Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Whats New
Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

Whats New
Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Whats New
Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Whats New
Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.