Data Nasabah BRI Diduga Bocor, Registrasi Kartu SIM Bermasalah, 5 Berita Populer Ekonomi

Kompas.com - 07/03/2018, 05:30 WIB
Ilustrasi kartu kredit duniabiza.com, Dok. HaloMoney.co,idIlustrasi kartu kredit
Penulis Aprillia Ika
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Data saat ini menjadi bentuk kekayaan baru, bukan lagi tambang emas, batubara, ataupun minyak. Dengan demikian, keberadaan sebuah data tidak kalah penting dibandingkan dengan sumber daya alam.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat acara di kantornya, Jumat (2/3/2018) pekan lalu.

Menurut Sri Mulyani, sudah menjadi kewajiban bagi negara memberikan perhatian yang lebih terkait data dengan negara, seperti data transaksi keuangan, data keuangan negara, hingga pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Sri Mulyani: Sumber Kekayaan Bukan Lagi Tambang Emas, tapi Data

Tidak heran jika perihal data menjadi perhatian khusus seluruh pemangku pemerintahan dan swasta. Data menjadi incaran para penjahat siber sebab nilai kerugian akibat pencurian dan pemalsuan data sedemikian besar.

Lembaga perbankan merupakan lembaga yang banyak disasar oleh pejahat siber untuk dibobol, sebab lembaga perbankan mensyaratkan banyak data nasabah untuk keperluan administrasi dan pertimbangan kreditnya.

Selain itu, masyarakat banyak yang mempercayai lembaga perbankan untuk menaruh uangnya dengan aman dan bisa diambil kapan saja. Sehingga, adanya pemalsuan data nasabah akibat terjadinya kebocoran data memang membuat resah nasabah.

Baca juga : Sri Mulyani Akui Sistem Keuangan Digital di Indonesia Rawan Diretas

Salah satu kasus, yakni pemalsuan data nasabah oleh oknum untuk mengajukan kredit mobil CRV dan Yaris.

Baca juga : Kasus Pemalsuan Identitas untuk Kredit CRV, Ini Kata OJK

Kemudian untuk nasabah BRI, seorang nasabah mengingatkan nasabah lainnya agar berhati-hati karena data pribadi miliknya sempat diketahui oknum penipu, seperti ditulisnya pada surat pembaca Kontan, Senin (5/3/2018).

Kasus bocornya data pribadi nasabah BRI ini agak unik lantaran oknum mengetahui cukup detail, seperti nama, nomor rekening, nomor kartu ATM, masa berlaku kartu, dan nama ibu kandung.

Baca juga : Pencurian Data Nasabah, Potret Carut-marut Perbankan?

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa yang salah dengan perbankan, terutama perbankan pelat merah tanah air? Apakah sistem pengawasannya yang longgar, aksi para pencuri data yang semakin canggih, atau ada keterlibatan orang dalam?

Selain soal kebocoran data, permasalahan registrasi kartu SIM dimana masih banyak masyarakat dengan data NIK dan KK berbeda juga disorot oleh pembaca kanal ekonomi Kompas.com.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X