Industri Kuningan Didorong Manfaatkan Bahan Baku Daur Ulang

Kompas.com - 27/03/2018, 10:11 WIB
Kerajinan hiasan lampu berbahan kuningan dibuat di Juwana, Kabupaten Pati, Minggu (25/3/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINKerajinan hiasan lampu berbahan kuningan dibuat di Juwana, Kabupaten Pati, Minggu (25/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian tengah mendorong industri berbasis kuningan dalam negeri agar memanfaatkan bahan baku daur ulang baik kuningan atau tembaga dari sisa peralatan rumah tangga atau proyek yang sudah tidak terpakai.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto mengatakan, upaya ini merupakan wujud kepedulian sektor industri untuk pelestarian lingkungan.

"Apalagi dengan perkembangan teknologi yang saat ini modern, kualitas tetap terjaga dengan bahan baku daur ulang ini," kata Harjanto melalui keterangan resmi, Selasa (27/3/2018).

Harjanto menyebutkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, salah satu target pengembangan industri kuningan adalah produk kuningan dalam bentuk sheet atau plat.

Baca juga: Produk Kuningan Asal Pati Berhasil Tembus Pasar Ekspor

"Kami terus memacu produk-produk yang lebih bernilai tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor," ucapnya.

Menurut dia, pengembangan industri kuningan juga akan turut mendorong kinerja industri logam nasional.

Pada tahun 2017, industri logam mencatat pertumbuhan sebesar 5,87 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,07 persen.

Saat ini, pertumbuhan industri logam dasar masih ditopang dari sektor besi baja, aluminum, nikel, tembaga, dan timah.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Peleburan Kuningan Indonesia (GIPELKI) Eric Wijaya menyampaikan, kebutuhan skrap (bahan baku) kuningan untuk industri peleburan kuningan di Indonesia diperkirakan sebanyak 25.000 ton per tahun atau senilai Rp 2,5 triliun.

"Dari skrap tersebut, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam GIPELKI telah memproduksi segala jenis produk kuningan dan berhasil menjualnya untuk industri dengan merek dunia," ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.