JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan penumpang KRL yang tergabung dalam komunitas KRL Mania minta Kementerian Perhubungan mengembalikan jeda jarak (headway) KRL lintas Tangerang-Duri menjadi 15 menit. Saat ini headway KRL Tangerang-Duri menjadi 30 menit sebagai konsekuensi dari bertambahnya frekuensi perjalanan kereta Bandara Soekarno-Hatta.
"Kami minta headway kembali 15 menit seperti sebelumnya, jangan 30 menit. Kami karyawan pagi-pagi kesusahan karena KRL datangnya lama, banyak yang enggak bisa naik, selalu penuh," kata Wati, salah satu anggota KRL Mania saat bertemu jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018) malam.
Wati menceritakan, dampak headway KRL yang lebih lama membuat penumpang membeludak di stasiun-stasiun sepanjang lintas Tangerang-Duri. Bahkan, banyak penumpang di stasiun yang berada di antara Tangerang sampai Duri tidak bisa masuk KRL saking penuhnya penumpang yang berangkat dari Tangerang.
Wati juga berpandangan, penambahan rangkaian KRL dari formasi 8 jadi 12 yang dilakukan untuk antisipasi kepadatan penumpang, tidak efektif. Hal itu sudah dibuktikan dengan masih banyak penumpang yang tak terangkut, karena sembari menunggu KRL, penumpang terus berdatangan ke stasiun.
Baca juga: KRL Mania Minta Menhub Selesaikan Masalah Penumpang di Stasiun Duri
Anggota KRL Mania lainnya, Meli, menyinggung sulitnya berpindah peron saat transit di Stasiun Duri. Stasiun Duri sampai saat ini masih dalam tahap renovasi dan belum tersedia tangga atau sarana yang memadai untuk memfasilitasi perpindahan antarperon.
"Renovasi Stasiun Duri lambat sekali," tutur Meli.
Menanggapi permintaan anggota KRL Mania, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri janji menampung semua permintaan tersebut. Dia juga akan segera menyampaikan permintaan para penumpang kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sesegera mungkin.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami janji segera menyelesaikannya karena pemerintah sudah gencar mendorong transportasi publik," ujar Zulfikri.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.