Tumpahan Minyak di Balikpapan Ditaksir Capai 40.000 Barrel

Kompas.com - 10/04/2018, 17:04 WIB
Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, dibantu unsur SAR lainnya mengevakuasi jenazah ke-5 yang diduga korban insiden tumpahnya minyak disertai kebakaran di Teluk Balikpapan. Jenazah ditemukan di perairan platform Chevron di perairan dekat Teluk Balikpapan, Selasa (4/3/2018). handout/BasarnasTim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, dibantu unsur SAR lainnya mengevakuasi jenazah ke-5 yang diduga korban insiden tumpahnya minyak disertai kebakaran di Teluk Balikpapan. Jenazah ditemukan di perairan platform Chevron di perairan dekat Teluk Balikpapan, Selasa (4/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melaporkan jumlah minyak yang tumpah akibat kebocoran pipa di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

Direktur Pengolahan Pertamina Taharso menyatakan, jumlah minyak yang tumpah diperkirakan mencapai sekitar 40.000 barrel.

"Minyak yang tumpah volumenya belum dihitung, kurang lebih 40.000 barrel," ujar Taharso di Gedung DPR MPR, Selasa (10/4/2018).

Taharso menjelaskan, tumpahan minyak tersebut disebabkan oleh putusnya pipa bawah laut hingga terseret cukup jauh dari lokasi awal. Menurut dia, pipa tersebut terseret hingga 120 meter dari lokasi awal.

Adapun usia pipa yang putus tersebut adalah 20 tahun. Taharso mengklaim, begitu pipa putus Pertamina langsung mematikan pompa sehingga tidak ada minyak yang tercecer.

Terkait penyebab putusnya pipa hingga terseret dan menyebabkan kebocoran minyak, Taharso mengaku hingga saat ini masih dilakukan investigasi. Menurut dia, investigasi dilakukan oleh pihak Polda Kalimantan Timur.

Sekedar informasi, kebocoran berasal dari patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (31/3/2018) lalu.

Kerusakan pada pipa mengakibatkan aliran minyak ke kilang Balikpapan terganggu. Sebab, Pertamina langsung menutup penyaluran minyak mentah dari pipa tersebut. Untuk mengatasi permasalahan itu, Pertamina menggantungkan pada pipa cadangan dan kapal tanker.

"Untuk kekurangannya dipasok dari tanker," sebut Taharso.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X