KLHK: Pipa Pertamina di Teluk Balikpapan Tak Pernah Diinspeksi - Kompas.com

KLHK: Pipa Pertamina di Teluk Balikpapan Tak Pernah Diinspeksi

Kompas.com - 16/04/2018, 16:18 WIB
Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau langsung kondisi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.Akun Facebook KLHK Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau langsung kondisi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memaparkan temuan pihaknya dalam peristiwa tumpahnya minyak PT Pertamina (Persero) Tbk di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Temuan itu disampaikannya dalam rapat bersama dengan Komisi VII DPR RI, Senin (16/4/2018).

Siti Nurbaya menyampaikan, pipa Pertamina yang bocor di Teluk Balikpapan tersebut tidak pernah diinspeksi secara memadai oleh petugas di sana.

"Dokumen lingkungan tidak mencantumkan kajian perawatan pipa dan inspeksi pipa tidak memadai, hanya untuk kepentingan sertifikasi dan tidak memiliki sistem pemantauan pipa administratif," jelas Siti Nurbaya.

Kementerian LHK juga menemukan adanya kurang lebih 34 ekosistem mangrove yang rusak akibat tumpahan minyak tersebut.

Sebanyak 34 ekosistem tersebut setara dengan 7.000 hektar. Dampak lainnya yang ditemukan KLHK adalah adanya kerusakan 6.000 batang mangrove, matinya satu pesut dan bekantan, kerusakan pada tambak udang dan kepiting milik masyarakat.

"Ada lapisan minyak di rumah yang menimbulkan bau, kemudian gara-gara tumpahan minyak ini pesut Mahakam dan bekantan jadi terancam punah," imbuh Siti Nurbaya.

Atas temuan itu, Siti Nurbaya mengatakan bahwa KLHK telah melakukan beberapa langkah seperti mengambil sampel air laut dan minyak, survei kondisi bawah laut, dan terus menganalisis dampak kerusakan pada mangrove di sana.

"Ini masih terus kami dalami, untuk sementara kami merekomendasikan larangan aktivitas pantai, sambil selesainya analisis sampel air dan tanah," sambung dia.

Sebelumnya diberitakan, tumpahan minyak berasal dari kebocoran karena patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (31/3/2018) lalu.

Tumpahan minyak itu pun akhirnya menyebakan kebakaran dan menelan lima korban jiwa yang tewas akibat kebakaran tersebut.

Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim, Komber Pol Yustan Alpiani mengatakan, Polda Kaltim masih menyelidiki penyebab putusnya pipa berdiameter 20 inch dengan tebal 12 mm milik Pertamina yang mengakibatkan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Diketahui, pipa tersebut berada di kedalaman 25 meter. "Akan terus didalami dan dicari penyebabnya," pungkasnya. 


Komentar
Close Ads X