Harga Aluminium Melonjak ke Level Tertinggi 6 Tahun - Kompas.com

Harga Aluminium Melonjak ke Level Tertinggi 6 Tahun

Kompas.com - 17/04/2018, 09:40 WIB
Salah satu pabrik aluminium milik RusalRUSAL.RU Salah satu pabrik aluminium milik Rusal

WASHINGTON, KOMPAS.com - Harga aluminium di pasar internasional melonjak ke level tertinggi 6 tahun setelah Amerika Serikat (AS) memberi sanksi pada produsen aluminium terbesar di Rusia, Rusal.

Harga aluminium sempat melonjak ke posisi 2.403 dollar AS per ton sebelum bertahan di level 2.379 dollar AS pada perdagangan di London Metal Exchange, Senin (15/4/2018) waktu setempat.

Pada Jumat, (6/4/2018) lalu, Amerika memberi sanksi kepada beberapa 7 pimpinan oligarki Rusia, 17 pejabat pemerintahan Rusia, dan 12 perusahaan Rusia termasuk Rusal. Pemerintah AS pun membekukan aset Rusal.

Setelah pemberian sanksi tersebut, nilai saham Rusal menukik turun pada Senin (17/4/2018). Kolapsnya produsen aluminium terbesar di dunia ini akan berdampak cukup besar terhadap suplai aluminium di pasar internasional. Terlebih lagi, Rio Tinto, salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia mendeklarasikan akan melakukan force majeur terhadap beberapa kontrak perusahaannya dengan Rusal.

Baca juga: AS Tetapkan Tarif Super Tinggi untuk Impor Aluminium dari China

"Hal utama yang menjadi katalis terhadap harga aluminium adalah pemberian sanksi kepada Rusal yang akan memperketat persaingan pasar aluminium," ujar ETF Securities Analyst Nitesh Shah, dikutip melalui CNBC, Selasa (17/4/2018).

Dia menyebutkan, nilai dollar AS yang semakin lemah dan adanya kenaikan dalam proses produksi logam juga menjadi hal lain yang memengaruhi kenaikan harga aluminium.

Lonjakan harga aluminium terjadi sebulan setelah Presiden Trump tetapkan tarif impor aluminium sebesar 10 persen.

Trump dalam Twitternya Jumat (6/4/2018) lalu menyebutkan bahwa pemberian tarif impor terhadap komoditas aluminium tidak memberikan dampak negatif kepada Amerika.


Komentar
Close Ads X