Dengan "Snack", Gugatan Penumpang ke Garuda soal Delay Pun Selesai

Kompas.com - 20/04/2018, 19:09 WIB
Corporate Secretary Garuda, Hengki Heriandono; VP Ground Service Garuda, Uun Setiawan; bersama David Tobing bertemu untuk menyelesaikan masalah gugatan akibat delay, Jumat (20/4/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoCorporate Secretary Garuda, Hengki Heriandono; VP Ground Service Garuda, Uun Setiawan; bersama David Tobing bertemu untuk menyelesaikan masalah gugatan akibat delay, Jumat (20/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gugatan hukum terhadap PT Garuda Indonesia (Persero), yang disebabkan oleh tidak diberikannya kompensasi keterlambatan penerbangan, kini telah selesai.

Penyelesaian dilakukan di luar pengadilan dengan memberikan kompensasi yang semestinya, yakni snack.

Penumpang yang mengajukan gugatan adalah David Tobing yang kala itu berniat terbang ke Batam. Alasan gugatan tersebut adalah karena Garuda tidak memenuhi ketentuan memberikan snack pada penumpang, padahal keterlambatan yang di alami sudah lebih dari 60 menit.

"Kami sepakat bertemu dan menyelesaikan di luar pengadilan. Karena itu hari ini kami berikan snack, yang merupakan kompensasi keterlambatan tersebut," kata Corporate Secretary Garuda, Hengki Heriandono di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

David, yang ditemui pada saat bersamaan, mengatakan Garuda telah menunjukan itikad baik dengan mengabulkan permintaan snack kompensasi keterlambatan penerbangan itu. Dia juga mengatakan gugatan telah dibatalkan, karena masalah sudah diselesaikan dengan kekeluargaan.

Baca juga: Seorang Penumpang Gugat Garuda Indonesia Rp 11,25 Miliar

"Sekarang sudah saya minta cabut gugatannya. Saya ingin maskapai nanti bisa meningkatkan pelayanannya," ucap dia.

Sebelumnya, menurut Hengki, David mengajukan gugatan hukum karena pesawat tujuan Batam yang ditumpanginya terlambat. Pesawat yang mestinya take off pada 9.10 itu baru melakukan push back pada 10.20.

Keterlambatan tersebut disebabkan perbaikan inflight entertainment (IFE) pesawat yang dilakukan di hanggar.

Garuda sendiri sebenarnya telah menyiapkan snack untuk dibagikan ke penumpang. Namun hal itu tidak jadi dilakukan karena boarding telah dilakukan sebelum batas waktu, dan keterlambatan take off karena pesawat harus menunggu izin air traffic controller (ATC) untuk mengudara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.