Kemenperin Tingkatkan SDM Hadapi Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 26/04/2018, 06:12 WIB
Presiden Jokowi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menengok salah satu motor modifikasi bergaya street tracker usai membuka IIMS 2018, Kamis (19/4/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Jokowi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menengok salah satu motor modifikasi bergaya street tracker usai membuka IIMS 2018, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) agar memiliki kemampuan mumpuni untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0 kini tengah menjadi PR bagi pemerintah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pun menyadari hal itu dan menyebut bahwa SDM yang dibutuhkan oleh industri saat ini adalah orang-orang dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital.

Lantas apa yang dilakukan Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan kemampuan SDM tersebut?

"Untuk itu, Kementerian Perindustrian telah menggulirkan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi guna menyongsong industri 4.0. Misalnya, pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” ungkap Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/4/2018).

Baca juga : Apindo: Revolusi Industri 4.0 Bisa Mengancam Tenaga Kerja Lokal

Program vokasi tersebut sudah dilakukan Kemenperin di beberapa wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta serta Banten. Total industri yang terlibat sebanyak 558 perusahaan dan 1.537 SMK.

Tak hanya di tingkat SMK, pengembangan SDM itu juga turut dilakukan Kemenperin pada tingkat politeknik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk pengembangan SDM di politeknik, kami juga punya program skill for competitiveness (S4C) yang bekerja sama dengan Swiss,” imbuh Airlangga.

Pada tahap awal, ada empat politeknik milik Kemenperin yang akan dikembangkan dalam kerja sama itu.

Politeknik tersebut, yaitu Politeknik Logam Morowali di Sulawesi Tengah, Politeknik Kayu dan Pengolahan Kayu di Kendal, Jawa Tengah, Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten, dan Akademi Komunitas Industri Logam Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Khusus untuk Morowali, Airlangga menggarisbawahi keberadaan laboratorium metalurgi yang disebut lebih baik dari yang ada di universitas negeri saat ini.

Hal itu kemudian secara tak langsung membuat Morowali menjadi kabupaten di Sulawesi Tengah yang memiliki pertumbuhan ekonomi sangat pesat dengan mencapai 60 persen atau 12 kali dari pertumbuhan ekonomi nasional.

"Perkembangan wilayah tersebut juga dipengaruhi besar dengan berdirinya Kawasan Industri Morowali, di mana sebagian besar terdiri dari perusahaan smelter nikel yang mampu meningkatkan nilai tambah, menyerap banyak tenaga kerja, dan memberikan devisa negara dari hasil ekspor. Selain itu, produk dari Morowali menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara,” terang Airlangga.

Maka dari itu, pemerintah terus mendorong agar semakin banyak para pengusaha nasional terutama yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dapat terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Implementasi industri digital atau industri 4.0 ini ada di tangan pengusaha. Sedangkan pemerintah yang membuat roadmap-nya,” pungkas Airlangga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins 'Gish'

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins "Gish"

Rilis
Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Work Smart
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Whats New
Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Whats New
Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Earn Smart
Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Smartpreneur
Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Whats New
IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

Whats New
UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

Whats New
Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Whats New
Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Whats New
Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Smartpreneur
Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Whats New
Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Smartpreneur
Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X