Manulife: Meski IHSG Terperosok, Investor Diminta Tidak Panik - Kompas.com

Manulife: Meski IHSG Terperosok, Investor Diminta Tidak Panik

Kompas.com - 26/04/2018, 14:07 WIB
Market Update Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan Director & Chief Investment Fixed Income Officer MAMI Ezra Nazula dan Chief Economist & Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan, Kamis (26/4/2018).KOMPAS.com/Mutia Fauzia Market Update Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan Director & Chief Investment Fixed Income Officer MAMI Ezra Nazula dan Chief Economist & Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan, Kamis (26/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Investor disarankan tidak panik merespons pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) yang terus turun pada hari ini, Kamis (26/4/2018).

Di akhir sesi I siang ini, IHSG telah meninggalkan level psikologis 6.000 dan turun ke posisi 5.900. Pukul 14.00 indeks telah melemah 2,6 persen atau 159,62 poin di posisi 5.920,23

Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengatakan turunnya indeks IHSG ini bersifat sementara karena dipengaruhi faktor-faktot eksternal, seperti suku bunga bank sentral Amerika The Fed yang terus meningkat dan diprediksikan akan kembali meningkat hingga tiga kali tahun ini, isu perang dagang antara China dan Amerika, serta kondisi geopolitik Amerika dan Suriah yang sedang memanas beberapa waktu belakangan.

Meskipun demikian, volatilitas IHSG hari ini cukup membuat beberapa kalangan khawatir dan panik, sehingga berhenti berinvestasi. "Kalau memang penurunan indeks saham dan obligasi karena faktor fundamental yang sifatnya intrinsik baru perlu khawatir," kata Katarina, kamis (26/4/2018).

Kondisi perekonomian fundamental domestik Indonesia, ujarnya, sebenarnya sudah cukup kuat. Karena Indonesia sudah mempersiapkan diri dan belajar dari tahun 2013 lalu dengan menyiapkan cadangan devisa.

"Sebenarnya, kondisi fundemental domestik terjaga kuat tapi pasar tidak bisa imune terhadap volatilitas global," lanjutnya.

Katarina menambahkan, pihaknya optimistis akan ada perbaikan indeks IHSG di akhir tahun ini, mencapai 6.600 hingga 6.800 yang ditopang oleh membaiknya kinerja perusahaan-perusahaan publik IHSG, serta membaiknya faktor-faktor pendukung GDP (Gross Domestic Product) seperti pertumbuhan konsumsi di akhir kuartal II 2018.


Komentar
Close Ads X