Pakai Media Sosial untuk Promosi? Hindari 4 Kesalahan Ini

Kompas.com - 30/04/2018, 15:13 WIB
Ilustrasi media sosial ipopbaIlustrasi media sosial

KOMPAS.com - Melakukan promosi melalui media sosial adalah cara promosi termurah dan termudah. Karena itu, banyak ditemukan promosi usaha di beberapa media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Pemasaran melalui media sosial memerlukan tips dan trik untuk menarik perhatian masyarakat.

Meskipun terbilang mudah untuk dilakukan, masih banyak kesalahan yang ternyata dilakukan banyak peusaha. Nah, agar jangan sampai gagal dalam melakukan promosi dengan pakai media sosial, berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang harus dihindari.

1. Kurang Update Informasi

Percayalah, tidak ada masyarakat yang mengetahui informasi seputar usaha Anda jika tidak diberi tahu terlebih dahulu. Sering sekali rasa ingin tahu timbul akibat sebuah pernyataan atau informasi. Karena itu, teraturlah dalam meng-update informasi.

Beritahu pengikut Anda menu terbaru apa yang ada di restoran. Beritahu mereka berapa harga terbaru baju butik Anda. Dengan begitu, pengikut Anda di media sosial bisa mengetahui informasi terkini terkait usaha Anda.

Baca juga : Penjual Barang di Media Sosial Haruskah Dikenai Pajak?

Jika Anda jarang melakukan perbaruan, akan jarang juga akun usaha Anda muncul di beranda pengikut. Dengan begitu, mereka tidak akan merasakan perbedaan antara menjadi pengikut Anda dan tidak sehingga besar kemungkinan mereka akan berhenti menjadi pengikut Anda.

2. Kurang Komunikatif

Berkomunikasi dengan konsumen adalah suatu keharusan apabila Anda ingin melakukan pemasaran melalui media sosial. Anda harus mengingat tujuan mengapa membuat akun media sosial usaha tersebut.

Apabila Anda tidak melakukan komunikasi dan dengan konsumen, bukan tidak mungkin akan terjadi kesalahpahaman. Tentu kesalahpahaman akan merugikan, baik bagi Anda maupun calon pembeli.

3. Lambat dalam Menanggapi Konsumen

Pembeli adalah raja. Mereka tidak mau tahu mengapa Anda lama membalas pesan mereka di media sosial. Yang mereka tahu adalah Anda berkewajiban untuk menjawab pertanyaan mereka. Sebab Anda juga memerlukan mereka.

Karena itu, apabila ada seseorang yang menanyakan sesuatu, misalnya apakah barang yang Anda jual masih tersedia atau tidak, jawablah secepatnya. Bisa jadi dia sangat membutuhkan barang tersebut saat itu sehingga dia harus mendapatkannya sesegera mungkin.

Baca juga : BPS: Media Sosial Akan Semakin Berpengaruh ke Pola Konsumsi Masyarakat

Jangan terlalu sering menunda untuk merespons pertanyaan calon pembeli. Sebab jika terus-terusan ditunda, pertanyaan akan semakin menumpuk. Dengan respons yang lama, tentunya akan menghilanhkan kepercayaannya terhadap Anda sehingga dia lebih memilih penjual lainnya.

Selain itu, penting untuk memberitahu jam-jam aktif Anda dalam merespons pertanyaan calon pembeli sehingga mereka dapat mengetahuinya dan memaklumi apabila di suatu waktu terjadi respons yang lambat.

4. Terlampau Sering Kirim Posting-an

Selain jarang perbarui informasi perihal usaha tersebut, ternyata terlampau sering kirim posting-an juga jangan sampai Anda lakukan. Hal ini hanya akan membuat pengikut jengkel karena sudah memenuhi berandanya.

Terlebih lagi jika Anda mem-posting hal yang sama, yakni produk yang sama dan informasi yang sama, pengikut Anda tentunya juga ingin mengetahui informasi seputar teman-teman atau kerabat atau produk-produk bermerek lainnya.

Dengan begitu, posting-an Anda akan dianggap “menyampah” di beranda mereka dan besar kemungkinan mereka akan berhenti menjadi pengikut Anda.

Jaga Kepercayaan Konsumen Saat Melakukan Promosi melalui Media sosial

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus menjaga kepercayaan konsumen di mana Anda harus memerhatikan etika dalam pemanfaatan media sosial tersebut. Jangan memenuhi beranda mereka dengan posting-an akun usaha Anda.

Jangan membuat mereka lama menunggu balasan chat Anda karena sejatinya Anda juga harus menghormati rasa penasaran mereka. Kesalahan dalam pemanfaatan media sosial memang pada umumnya sangat sederhana sehingga banyak yang belum menyadarinya. Padahal, akibatnya sangat fatal karena bisa membuat konsumen meninggalkan usaha Anda.

Artikel ini merupakan konten kerja sama dengan Cermati.com, Kompas.com tidak bertangungjawab atas isi tulisan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.