Sri Mulyani Sampaikan Salam Perpisahan ke Agus Martowardojo

Kompas.com - 30/04/2018, 22:58 WIB
Sejumlah pimpinan lembaga menggelar konferensi pers mewakili Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018). Turut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Sejumlah pimpinan lembaga menggelar konferensi pers mewakili Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018). Turut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengucapkan salam perpisahan kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di sela-sela konferensi pers selepas rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK) di Gedung BI, Senin (30/4/2018).

Sri Mulyani pun mengingatkan bahwa rapat KSSK hari ini merupakan rapat terakhir bersama dengan Agus Martowardojo lantaran posisinya sebagai Gubernur BI akan digantikan oleh Perry Warjiyo.

Tak lupa mantan Direktur Bank Dunia itu juga menghaturkan terima kasih atas kinerja Agus di BI sejak 2013 silam.

"Kita berterima kasih kepada Pak Agus. Selama ini sudah terjalin pertemanan yang luar biasa baik, sosoknya kredibel, profesional, dan berintegritas. Kita akan sangat kehilangan, tapi di bawah kepemimpinan gubernur yang baru kami yakin juga kredibel dan baik. Kami sampaikan apresiasi atas kinerja selama ini," tutur Sri Mulyani.

Baca juga : Di Rapat KSSK, Sri Mulyani Pastikan Sistem Keuangan Indonesia Stabil dan Terkendali

Di sisi lain, Sri Mulyani juga memaparkan hasil rapat KSSK tersebut. Menurutnya, sistem keuangan nasional dalam kondisi stabil dan terkendali pada triwulan I 2018, kendati tekanan pada pasar keuangan mengalami peningkatan menjelang akhir April 2018.

"Sistem keuangan yang stabil dan terkendali tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi yang kuat, kinerja lembaga keuangan yang membaik, dan kinerja emiten di pasar modal yang stabil," tutur Sri Mulyani.

Rapat tersebut juga turut membahas tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah selama April 2018. Menurut Sri Mulyani, hal itu terjadi karena faktor eksternal berupa penguatan mata uang dollar Amerika Serikat hampir terhadap seluruh mata uang di dunia.

"Penguatan dollar AS ini juga didorong oleh berlanjutnya kenaikan yield US treasury atau suku bunga obligasi negara AS hingga mencapai 3,03 persen yang tertinggi sejak 2013 dan potensi kenaikan Fed Funds Rate lebih dari tiga kali," jelas Sri Mulyani.

Kompas TV Presiden Joko Widodo secara resmi menunjuk Perry Warjiyo sebagai calon tunggal yang akan menjabat Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X